Category : Tag: Bah
7 Kecamatan ini Terkena Dampak Hujan Disertai Angin Kencang
Hujan lebat disertai angin kencang yang memporak-porandakan sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (11/12/2019) siang kemarin. Akibatnya, puluhan pohon maupun rumah dan infrastruktur serta fasilitas lainnya rusak, sehingga adanya peristiwa itu, membuat warga sempat panik.
Warga Resah Marak Tambang Pasir Liar di Bantaran Bengawan Solo
Aktivitas tambang pasir yang diduga ilegal di sepanjang bantaran bengawan solo, turut Desa Banjarejo, Kecamatan Kota Bojonegoro semakin marak.
#blokBojonegoroTV
Awas Marak Sarang Tawon Ndas, di Tuban Satu Nyawa Melayang
Awas Marak Sarang Tawon Ndas, di Tuban Satu Nyawa Melayang
Kapolres Bojonegoro Berharap Anggota Polres Bojonegoro “BAHAGIAâ€
Setelah menjabat sebagai Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan, SIK MH langsung mengeluarkan commander wish atau program kerja selama memimpin di Polres Bojonegoro yaitu “BAHAGIA†yang artinya BAik, HumAnis, GIat, Amanah yang merupakan implementasi dari visi misi Presiden RI yakni SDM Unggul Indonesia Maju.
Lagi-lagi Damkar Musnahkan 3 Sarang Tawon
Resah dengan keberadaan sarang lebah jenis Vespa Aviniss atau biasa masyarakat jawa menyebutnya Tawon Ndas, yang berada di atap rumah, Selasa (3/12/2019) malam, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro mengevakuasi sarang tawon tersebut di tiga lokasi berbeda.
Bengawan Solo Diduga Tercemar, ini yang Dilakukan Gubernur Khofifah
Perubahan warna air Sungai Bengawan Solo telah menjadi perhatian serius Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Pengambilan sampel air pun telah dilakukan pada 29 dan 30 November, yaitu dua di Ngawi dan tiga di Bojonegoro.
Dugaan Pencemaran Bengawan Solo
Kadis DLH: Kita Tunggu Hasil Lab
Dugaan pencemaran limbah di aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Blora dan Kabupaten Bojonegoro, ditanggapi serius oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro.
Dugaan Pencemaran Bengawan Solo
Ganjar Sebut Bengawan Solo Tercemar Limbah Ciu-Kotoran Babi
Aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, dan berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditengarai tercemar parah.