Tinggal Tunggu Sertifikasi Operasi, Bendungan Gongseng Siap Beroperasi
Curah hujan tinggi menyebabkan pengisian Bendungan Gongseng terisi lebih cepat dari target. Kamis (20/1/2022), pengisian sudah melimpas spillway (bangunan pelimpah).
Curah hujan tinggi menyebabkan pengisian Bendungan Gongseng terisi lebih cepat dari target. Kamis (20/1/2022), pengisian sudah melimpas spillway (bangunan pelimpah).
Bendungan Gongseng yang baru diresmikan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Trenggalek bersamaan dengan Bendungan Tugu, ternyata keberadaannya cukup istimewa.
Setelah Bendungan Gongseng yang ada di Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro diresmikan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo secara virtual dari area Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek, Polres Bojonegoro berkomitmen siap lakukan pengamanan di area tersebut.
residen Republik Indonesia (RI) Joko Widodo meresmikan dua bendungan yang baru berdiri di Provinsi Jawa Timur, yakni Bendungan Gongseng yang ada di Kabupaten Bojonegoro dan Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek.
Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Waduk atau Bendungan Gongseng, yang berada di Desa Papringan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (30/11/2021).
Detik-detik Jokowi Resmikan Bendungan Gongseng Bojonegoro
Pengisian awal Bendungan Gongseng sesuai jadwal yakni di Minggu kedua bulan September. Secara resmi Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah menekan sirine tanda dimulainya pengisian awal waduk Gongseng yang berada di Desa Papringan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (22/9/2021).
Pembangunan Bendungan Gongseng yang terletak di antara Desa papringan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro telah memasuki tahap akhir atau clearing area genangan/pembersihan lahan (land clearing).
Meningkatnya curah hujan dalam tiga hari terahir membuat debit air di sungai Bengawan Solo di Bojonegoro pada Senin (15/6/2021) malam meningkat tajam. Kondisi tersebut membuat air berubah menjadi keruh, akibatnya ikan yang ada di sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut mabuk.