Skip to main content

Category : Tag: Camat


Desa Berprestasi di Bojonegoro

Bangga..! Desa Kauman Bojonegoro Raih Juara Lomba Desa Digital Kemendes PDTT

Membanggakan. Prestasi kembali ditorehkan pemerintah desa di Kabupaten Bojonegoro. Terbaru, Desa Kauman Kecamatan Bojonegoro berhasil meraih Juara Harapan II dalam Lomba Desa Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT).

Truk Box Tronton Terguling Usai Tabrak Jembatan Sempit di Balen Bojonegoro

Sebuah truk box tronton mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Bojonegoro–Babat, tepatnya di Desa Balenrejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (17/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Truk tersebut, terguling usai menabrak pembatas jembatan sempit.

Desa Sarangan Kanor

Peringatan Isra' Mi'raj dan Rutinan Ngaji Selapanan di Masjid Desa Sarangan

Jum'at (16/1/2026) malam, ratusan warga memenuhi Masjid At-Taqwa Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Mereka bersama-sama menghadiri Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW dirangkai Ngaji Selapanan bersama Kiai Toha Abrori, dari Mayangkawis, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.

Keluarga Pasrah, Pria Pengejar Cinta asal Sumatera Dimakamkan di Bojonegoro

Perjalanan hidup Indra Saputra (29), warga Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, berakhir di Kabupaten Bojonegoro. Setelah meninggal dunia akibat tertabrak kereta api di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, jenazah pria pengejar cinta itu, dimakamkan di Kabupaten Bojonegoro, Jumat (16/1/2026).

RTLH di Bojonegoro

746 Rumah di Kabupaten Bojonegoro Tuntas Direhab Tahun 2025

Pemkab Bojonegoro terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Di 2025, melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Pemkab Bojonegoro telah menuntaskan 746 unit rumah yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.

Kolom

Potret Desa di Tengah Tekanan Anggaran

Tahun 2026 belum genap berumur panjang, tetapi rasa pening sudah lebih dulu menyergap banyak kepala desa. Bukan karena begadang, bukan pula karena cuaca yang tak menentu, melainkan karena satu hal yang sama-sama mereka pegang di meja kerja: angka Dana Desa yang menurun drastis. Dana yang selama ini menjadi sandaran pembangunan desa kini terasa kempis. Bahkan di banyak tempat, bukan sekadar turun, melainkan seperti terjun bebas. Maka, tanpa dikomando, lahirlah istilah yang beredar dari balai desa ke warung kopi: 2026 adalah tahun pusing nasional para kepala desa.