Desa Kunci Kembali Diterjang Banjir Bandang
Setelah bulan Nopember 2017 lalu diterjang banjir bandang, Desa Kunci, Kecamatan Dander kembali dilanda banjir pada Rabu (21/2/2018) menjelang tengah malam.
Setelah bulan Nopember 2017 lalu diterjang banjir bandang, Desa Kunci, Kecamatan Dander kembali dilanda banjir pada Rabu (21/2/2018) menjelang tengah malam.
Di Bojonegoro yang merupakan daerah penyumbang Migas Nasional ternyata masih terdapat banyak sekolah yang butuh perhatian. Data yang dihimpundari Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Bojonegoro, puluhan sekolah terpencil membutuhkan perhatian lebih.
Nasib nahas dialami dua warga, bernama Aan Pratama bin Sujak (6), warga RT.004/RW.002, Desa Donan dan Safira Ramadhani binti Hermawan (5) warga Dusun Sukorejo RT 013/RW 007, Desa Kaliombo Kecamatan Purwosari. Keduanya ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Jambe yang terletak di Dusun Sukorejo, Desa Kaliombo.
Pemerintah Bojonegoro, melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) pada tahun 2018 ini berencana akan membangun 35 embung.
Malang tak dapat ditolak, seorang kakek di Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Sumberrejo tewas tenggelam di sungai tak jauh dari rumahnya. Korban Parwono (69) diduga terpeleset saat mancing.
Pagi yang cerah saat matahari menampakan sinarnya, saat itu pula hilir mudik para pelajar berangkat ke tempat menimba ilmu. Ada yang berjalan kaki, naik motor hingga angkutan umum. Begitu juga dengan para pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Dander yang terlihat silih berganti berdatangan memasuki kelas masing-masing.
Pada masa pertumbuhan, anak-anak cenderung memiliki ingatan yang kuat dan kerap meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya.
Memasuki musim penghujan, permintaan barang elektronik untuk mesim cuci mengalami peningkatan. Sebab, dengan datangnya musim hujan banyak konsumen yang berburu mesin cuci untuk mencuci dan mengeringkan baju agar lebih cepat lantaran cuaca sering mendung. Sehingga pangsa permintaan penjualan mesin cuci pun dapat dipastikan ramai saat musim hujan.
Setelah menggalang bantuan untuk bencana Pacitan, Pimpinan Cabang Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PC LPBI NU) menyalurkan bantuan tersebut ke lokasi bencana. Setidaknya ada ratusan paket dari sumbangan yang terkumpul.
Usai bencana longsor terjadi di Desa Pacing yang diakibatkan gerusan air di aliran Sungai Besuki sehingga 4 rumah milik warga amblas, pihak Kecamatan Sukosewu menghimbau untuk warga selalu waspada akan adanya bencana tanah longsor susulan.