#blokBojonegoro
Satgas Sayangkan Sikap Habib Rizieq yang Tak Mau Telurus Kontak
Satgas Sayangkan Sikap Habib Rizieq yang Tak Mau Telurus Kontak
Satgas Sayangkan Sikap Habib Rizieq yang Tak Mau Telurus Kontak
Perkembangan penanganan Covid-19 pada pekan ini harus menjadi pembelajaran serius untuk memperbaiki diri. Dari peta zonasi risiko per 29 November 2020, jumlah daerah yang masuk zona merah bertambah cukup banyak.Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito memaparkan, daerah zona merah atau risiko tinggi naik menjadi 50 dari sebelumnya 28 kabupaten/kota.
Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan Polres Bojonegoro bersama tiga pilar. Meskipun pandemi Covid-19, protokol kesehatan harus terus dilakukan demi terwujudnya situasi yang kondusif.
Ada tanda-tanda saat virus menyerang tubuh, terutama saat imun badan sedang menurun. Seperti yang dirasakan salah satu pasien yang sudah sembuh dari Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).
Peningkatan jumlah orang yang sembuh dari Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Selasa (2/12/2020) ada sebanyak 9 orang, dan tambahan kasus baru ada 7 orang.
Kesembuhan pasien dari Covid-19 terus bertambah. Dari data Kementerian Kesehatan per 1 Desember 2020, pasien sembuh hari ini, bertambah lagi sebanyak 4.361 orang. Penambahan harian ini terus meningkatkan jumlah kesembuhan kumulatif menjadi 454.879 orang atau 83,6%.
Masyarakat perlu untuk mengetahui, bahwa vaksin merupakan produk biologis yang memiliki kerentanan pada perubahan suhu. Oleh karena itu umumnya vaksin perlu tersimpan pada suhu 2-8 derajat celcius, dan suhu ini harus terjaga dari pabrik sampai ke puskesmas. Proses menjaga suhu vaksin di kondisi ideal dari awal sampai akhir inilah yang disebut cold chain (rantai dingin). Dengan begitu masyarakat menjadi tahu bahwa vaksin terjaga kualitasnya sejak awal sampai ke pemberian vaksinasi.
Hingga saat ini perkembangan kasus covid-19 di Kabupaten Bojonegoro masih naik turun, baik untuk pasien yang terkonfirmasi positif maupun yang sudah dinyatakan sembuh dari corona virus disease 2019.