Tahun ini, Target Perolehan Pajak Daerah Capai Rp99 Miliar
Target perolehan pajak daerah Kabupaten Bojonegoro tahun ini mencapai Rp99 miliar atau meningkat 25,31 persen dibandingkan tahun 2018 induk yang hanya sebesar Rp79 miliar.
Target perolehan pajak daerah Kabupaten Bojonegoro tahun ini mencapai Rp99 miliar atau meningkat 25,31 persen dibandingkan tahun 2018 induk yang hanya sebesar Rp79 miliar.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro akan memfokuskan pembangunan di Zona III atau daerah terluar kabupaten setempat pada 2019. Hal itu sebagai upaya percepatan pembangunan. Sebab, zona tersebut penyumbang angka kemiskinan cukup tinggi.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro menganggarkan dana insentif bagi guru terpencil atau multigrade sebesar Rp756 juta. Dana itu untuk 315 guru yang mengajar di daerah terpencil, meski begitu hingga kini dana insentif masih belum bisa dicairkan, karena menunggu petunjuk dari bupati.
Pemerintah daerah, diberikan kewenangan untuk mengelola daerah masing-masing. Oleh karenanya, perlu adanya koordinasi bagi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.
Menumbuhkan minat baca masyarakat Bojonegoro, terlebih lagi bagi pelajar tentu sangat diperlukan, agar meraka menjadi orang yang gemar membaca.
Dalam rangka Jambore Pemuda Daerah (JPD) Provinsi Jawa Timur tahun 2018, yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Timur, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro mengirimkan pemuda terbaiknya untuk ikut JPD.
Berbeda dengan jalur offroad daerah lain yang medan jalan bebatuan khas pegunungan atau tanah hutan, pada even Tour de Gayam 120 pemandangan yang disuguhkan berupa hamparan lahan pertanian dengan medan melewati pematang sawah.
Adanya event tour de Gayam 120, turut mengenalkan wilayah operasi dari operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
Pengunjung perustakaan daerah (perpusda) Bojonegoro tiap tahun terus mengalami penurunan. Pasalnya saat hari-hari biasa pengunjung yang datang tercatat hanya ada puluhan, padahal pengunjung perpustakaan daerah dulu setiap harinya bisa mencapai 100 orang lebih.
Di zaman yang semakin berkembang, dunia seakan menawarkan kehidupan yang serba modern dan canggih. Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat seakan terlena akan kehidupan mewah itu. Tidak dapatdipungkiri bahwa globalisasi membawa dampak positif dari segi ekonomi, politik dan kemudahan berinteraksi. Namun, disamping membawa pengaruh positif, globalisasi juga membawa dampak negatif terhadap penggunaan bahasa daerah yang mencerminkan identitas bangsa Indonesia yang kaya akan budaya dan bahasa. Masuknya bahasa asing melalui media-media membuat bahasa daerah menjadi terpinggirkan.