Akibat Pandemi Corona Capaian Pajak Hotel Hanya Tembus 7%
Imbas pandemi corona atau Covid 19 menyebabkan realisasi pajak hotel di Kabupaten Bojonegoro merosot drastis. Hingga maret 2020 baru mencapai 7%.
Imbas pandemi corona atau Covid 19 menyebabkan realisasi pajak hotel di Kabupaten Bojonegoro merosot drastis. Hingga maret 2020 baru mencapai 7%.
engamat Energi Pri Agung Rakhmanto memperkirakan, kemerosotan harga minyak dunia yang terjadi saat ini bisa terus berlanjut hingga penghujung 2020. Penerimaan negara dari sektor migas diprediksi bisa anjlok hingga lebih dari 50 persen jika harga minyak belum kunjung membaik.
Pendapatan Jasa Penyebrangan Perahu Turun
Dari realisasi pendapatan pajak parkir hingga bulan Agustus sebesar Rp181.311.452 tahun 2019 ini, penyumbang pajak parkir terbanyak tidak dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bojonegoro. Untuk tahun ini ada 5 tempat penyumbang pajak parkir terbanyak yakni, GoFun, KDS Supermarket, RSUD Bojonegoro, Keraton BBJL dan RSUD Padangan.
Guna mendorong peningkatan pendapatan sektor pajak, Pemkab Bojonegoro memberikan apresiasi bagi wajib pajak yang patuh. Ada 11 sektor yang malam ini mendapat penghargaan "Anugerah Wajib Pajak Terbaik 2018" yang digelar di Aston Bojonegoro City Hotel (18/12/2018).
Harga minyak dunia yang masih cenderung tinggi hingga akhir tahun 2018, membuat penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas untuk Kabupaten Bojonegoro dari Pemerintah Pusat cukup besar. Totalnya sekitar Rp2,284 triliun.
Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menggelar Focus Group Discussion (FGD), Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk Pelestarian Kesenian Tradisonal yang ada di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (7/11/2018), bertempat di Sanggar Seni Desa Jono, Kecamatan Temayang.
Ketika menginjak bulan suci ramadan, membuat banyak pemilik warung makanan maupun minuman, harus membuka warungnya mulai sore hari. Hal itu, membuat pendapatan menjadi menurun.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bojonegoro dari sektor wisata mengalami peningkatan signifikan. Tidak tanggung-tanggung, kenaikan sektor ini mencapai 305,5 persen, yakni di tahun 2015 ditargetkan Rp378 juta dan di tahun 2016 ini ternyata mampu menyumbang 305,5 persen menjadi Rp1,532 miliar.