Skip to main content

Category : Tag: Data Kemiskinan


Kolom

Mengurai Anomali DTSEN Bojonegoro: Ketika Data Tidak Sekadar Angka

Di sebuah balai desa di pelosok Bojonegoro, seorang petugas pendataan tampak kebingungan. Di hadapannya ada rumah sederhana berdinding anyaman bambu, berlantai tanah, dan masih menggunakan kayu bakar untuk memasak. Namun ketika data di layar aplikasi muncul, keluarga itu justru tercatat memiliki kondisi yang “tidak wajar” atau masuk kategori anomali.

Ground Checking DTSEN di Bojonegoro Segera Rampung, Hasil Final Tunggu BPS

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali melakukan ground checking atau verifikasi lapangan terhadap Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) setelah sebelumnya ditemukan sejumlah anomali data. Proses pendataan ulang itu telah berlangsung sejak 11 Mei 2026 dan kini hampir mencapai tahap akhir.

Bupati Bojonegoro Sentil Kades: Data Miskin Jangan Berdasarkan Suka atau Tidak Suka

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat akurasi data sosial ekonomi sebagai dasar penyaluran program kesejahteraan atau bantuan sosial (Bansos). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digelar di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Rabu (21/1/2026).

Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional

Pentingnya DTSEN Sebagai Dasar Arah Kebijakan Daerah

Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sangat penting untuk dasar kebijakan daerah. Data tersebut mencakup kondisi kemiskinan, pengangguran, anak tidak sekolah, kepemilikan dan luasan tanah atau sawah masyarakat, hingga data pertumbuhan ekonomi daerah.

Info Warga Miskin Bojonegoro

Turun Jadi 11,49%, Warga Miskin Bojonegoro Setara 144,900

Warga miskin di Kabupaten Bojonegoro terus mengalami penurunan. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro, periode 2024 hingga September 2025 jumlah warga miskin berkurang 2.430 jiwa, atau menjadi 11,49% dari periode sebelumnya sebesar 11,69%.

Kemiskinan di Bojonegoro Hanya Turun 150 Jiwa dari 153,25 Ribu Jiwa

Meski menjadi salah satu daerah yang memiliki APBD jumbo dibanding dengan daerah lain, lantaran Bojonegoro Jawa Timur memiliki sumberdaya alam yang melimpah terutama minyak dan gas (migas) sehingga jadi penyokong 25 persen Migas nasional, masyarakat Bojonegoro belum sepenuhnya terlepas dari jeratan kemiskinan.