Tes Perangkat Desa
Peserta Tes Kecewa, Jadwal Ujian Molor 4 Jam
Raut kekecewaan tergambar di wajah ratusan peserta tes calon perangkat desa (Parades) untuk dua desa yang akan mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) Kamis (15/10/2020).
Raut kekecewaan tergambar di wajah ratusan peserta tes calon perangkat desa (Parades) untuk dua desa yang akan mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) Kamis (15/10/2020).
Pelaksanaan tes tulis bagi para peserta calon perangkat desa di wilayah Kecamatan Dander hingga saat ini belum ada kepastian, kapan tes ini akan digelar. Sebelumnya tes sudah sempat ditunda.
Inilah Pemenang Lomba Logo Hari Jadi Bojonegoro Ke-343
Pendaftar Calon Perangkat Desa (Parades) di dua desa yang ada di Kecamatan Bojonegoro dilaksanakan. Tercatat ada 224 peserta dalam tahap verifikasi pendataan secara administrasi di masing-masing desa. Nantinya, usai peserta dinyatakan lolos administrasi mereka akan mengikuti tahapan Computer Assisted Test (CAT) yang digelar pada tanggal 15 Oktober 2020 mendatang.
Peminat untuk mengisi lowongan perangkat desa di sejumlah desa di Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro dinilai cukup tinggi. Jumlah pendaftar di sejumlah desa melampaui perkiraan dan tidak sebanding dengan lowongan yang tersedia.
Meskipun di tengah pandemi Covid-19, pengisian perangkat desa tetap harus dilaksanakan. Seperti di Kecamatan Malo, ada 50 peserta mengikuti tes tulis untuk pengisian perangkat desa di 4 desa di kecamatan tersebut.
Sebanyak 50 peserta ujian dari 4 desa di Kecamatan Malo, Selasa (6/10/2020) mengikuti ujian tulis yang digelar serentak di SMPN 1 Malo. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, sebelum ujian tulis dilaksanakan, semua peserta ujian tulis diberikan arahan oleh panitia perihal pelaksanaan ujian tersebut. Namun saat arahan diberikan arahan pelaksanaan itu, ada beberapa peserta khawatir tentang adanya kecurangan saat pelaksanaan maupun penilaian hasil ujian tersebut.
Intip Museum Pertanian di Wisata Edukasi Pejambon
Wisata Edukasi Pejambon Diresmikan Menteri Desa
Masa pandemi virus Covid-19 berdampak hampir merata pada semua sektor, termasuk pariwisata. Semua tempat wisata sepi dan tutup untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Hal itu, tentu berpengaruh terhadap perekonomian di wilayah tersebut.