Tren Turun Sejak Pagi, Bengawan di Bawah Siaga
Perkembangan informasi ketinggian air Bengawan Solo terhitung mengalami tren penurunan sejak siang tadi hingga menjelang petang, Sabtu (18/11/2017).
Perkembangan informasi ketinggian air Bengawan Solo terhitung mengalami tren penurunan sejak siang tadi hingga menjelang petang, Sabtu (18/11/2017).
Pertama kali ditemukan, bayi yang ditemukan warga Dusun Kedung, Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (18/11/2017), masih berwarna putih dan berdarah selain itu pusar juga masih menempel pada tubuh bayi.
Penemuan mayat bayi yang mengegerkan warga warga Dusun Kedung, Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (18/11/2017), sebenarnya sudah ditemukan sejak pagi tadi. Saat itu bayi yang sudah tidak bernyawa tersebut berada di tengah bengawan dan tersangkut kayu.
Warga Dusun Kedung, Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (18/11/2017), dibuat geger. Pasalnya saat mencari ikan bersama warga yang lain, menemukan mayat bayi yang mengapung di Bengawan Solo.
Debit air Bengawan Solo di Bojonegoro sejak pagi tadi menunjukkan tren penurununan. Karena di daerah hulu tidak terjadi intensitas hujan, bahkan siang ini cuaca di sana terang.
Debit air Bengawan Solo, pagi ini Sabtu (18/11/2017), mengalami kenaikan dan masih ditetapkan dengan status Siaga Hijau (SH).
Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo sejak hujan deras yang mengguyur daerah hulu maupun hilir terus menunjukkan kenaikan.
Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro dan beberapa daerah di kawasan , membuat debit air di Sungai Bengawan Solo naik.
Beberapa hari terakhir hujan deras yang turun di sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro berintensitas cukup tinggi dan berdurasi lama, sehingga Tinggi Permukaan Air (TMA) Bengawan Solo merangkak naik. Namun hal itu masih dalam kondisi aman.
Meskipun debit air Bengawan Solo tidak terlalu besar, tetapi harus tetap diwaspadai. Pasalnya Abu Na'im (25) warga Dusun Merbong, Desa Payangan RT.09/RW.02 Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro tenggelam saat menyebrangi sungai terpanjang di pulau Jawa itu, Senin (6/11/2017).