Cegah Kekerasan Pada Anak, DP3AKB Blusukan ke Puluhan Sekolah
Momen bulan Ramadan ini dimanfaatkan oleh pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Bojonegoro untuk sosialisasi pencegahan kekerasan anak.
Momen bulan Ramadan ini dimanfaatkan oleh pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Bojonegoro untuk sosialisasi pencegahan kekerasan anak.
Masyarakat di Kabupaten Bojonegoro agar bersiap dilanda kemarau bulan Mei ini. Setelah adanya Surat Edaran dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Malang , Nomor : KT.304/059/KLMG/III/2018 yang diterima Pemkab Bojonegoro, Rabu (16/5/2018).
Awal kekeringan akan terjadi di 23 kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Timur, Mei hingga bulan Oktober 2018. Untuk itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim terus melakukan percepatan pemetaan terhadap wilayah yang akan terdampak kekeringan.
Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kabupaten Bojonegoro, mulai melakukan pemetaan wilayah yang rawan kekeringan.
Masih adanya kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro, tentu menjadi perhatian tersendiri bagi dinas terkait. Untuk mengurangi dan meminimalisir terjadinya kekerasan kembali, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) melaunching Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga), Selasa (24/4/2018) di gedung Pusyan Gatra, Jalan Lettu Suwolo Kota Bojonegoro.
Selama 3 tahun terakhir, terhitung sejak tahun 2015 hingga 2017 korban kekerasan seksual mencapai 129 jiwa.
Hektaran tanaman padi di lahan tadah hujan, Desa/Kecamatan terancam gagal panen. Hal itu dikarenakan, sudah hampir 2 minggu lebih, sehingga padi mulai layu dan mengering.
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih banyak terjadi di Kabupaten Bojonegoro. Terbukti pada bulan Januari 2018 lalu, ada sebanyak 5 kasus KDRT menjadi penyebab retaknya rumah tangga. Hal itu sesuai data yang ada di Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro.
Fenomena kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di Kabupaten Bojonegoro tidak bisa dianggap remeh, karena belum ada sebulan sudah ada dua kasus yang terjadi. Sehingga pengawasan orang tua terhadap sang buah hati perlu ditingkatkan, lantaran para pelaku kekerasan adalah orang dekat yang sudah dikenal.
Perbuatan bejat dilakukan WK alias Mbah Jan Corong, kakek 68 tahun warga Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya petani yang sudah tua itu tega menyetubuhi anak kecil berusia 6 tahun yang masih tetangganya sendiri.