BPBD Bojonegoro, Belum Ada Desa yang Laporkan Kekeringan
Meski sudah memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, mengklaim belum ada desa yang melaporkan desanya terkena dampak kekeringan akibat musim kemarau.
Meski sudah memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, mengklaim belum ada desa yang melaporkan desanya terkena dampak kekeringan akibat musim kemarau.
Lebaran Idul Fitri tahun 2018 ini, wilayah Kabupaten Bojonegoro, ditetapkan status siaga darurat kekeringan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.
Langganan kekeringan di Kabupaten Bojonegoro saat kemarau tak bisa dielakkaan. Tahun 2018, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro memetakan setidaknya ada 10 kecamatan terancam kekeringan.
10 kecamatan yang dipetakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro terdampak kekeringan pada kemarau 2018 ini, 6 kecamatan diantaranya sebagian wilayahnya dalam kondisi tanpa air (TA).
Ribuan hektar lahan persawahan di dua kecamatan yakni Kecamatan Sukosewu dan Temayang kualitas padi para petani tidak berisi alias gabuk. Hal itu, dikarenakan padi petani di dua kecamatan tersebut mengalami kekurangan air.
Momen bulan Ramadan ini dimanfaatkan oleh pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Bojonegoro untuk sosialisasi pencegahan kekerasan anak.
Masyarakat di Kabupaten Bojonegoro agar bersiap dilanda kemarau bulan Mei ini. Setelah adanya Surat Edaran dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Malang , Nomor : KT.304/059/KLMG/III/2018 yang diterima Pemkab Bojonegoro, Rabu (16/5/2018).
Awal kekeringan akan terjadi di 23 kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Timur, Mei hingga bulan Oktober 2018. Untuk itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim terus melakukan percepatan pemetaan terhadap wilayah yang akan terdampak kekeringan.
Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kabupaten Bojonegoro, mulai melakukan pemetaan wilayah yang rawan kekeringan.
Masih adanya kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro, tentu menjadi perhatian tersendiri bagi dinas terkait. Untuk mengurangi dan meminimalisir terjadinya kekerasan kembali, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) melaunching Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga), Selasa (24/4/2018) di gedung Pusyan Gatra, Jalan Lettu Suwolo Kota Bojonegoro.