Musim Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran di Bojonegoro, Capai 338 Kejadian
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro mencatat terjadi 338 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro mencatat terjadi 338 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Bencana kekeringan mulai dirasakan sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro. Hingga 31 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mencatat sedikitnya 30 desa di 13 kecamatan terdampak kekeringan dan membutuhkan bantuan distribusi air bersih.
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bojonegoro menilai penanganan yang selama ini dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dalam mengatasi kekeringan air bersih melalui dropping air belum mampu menjawab persoalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Kekeringan dan kesulitan air bersih mulai dirasakan warga di pinggiran hutan atau wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro. Beberapa kecamatan telah dilaporkan mulai sulit mendapatkan bersih.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menangani dampak musim kemarau. Sebagai bentuk pelayanan prima dan respons cepat terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, BPBD Bojonegoro secara intensif menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah titik.
Memasuki musim kemarau tahun 2026, ancaman kekeringan mulai membayangi Kabupaten Bojonegoro. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mencatat sebanyak 93 desa yang tersebar di 24 kecamatan berpotensi mengalami krisis air bersih.
Sebanyak 93 Desa di Kabupaten Bojonegoro terancam mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun 2026. Kemarau tahun ini diprediksi bakal lebih kering, sehingga berdampak signifikan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air bersih di wilayah desa.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi musim kemarau ekstem pada tahun 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penerbitan surat edaran (SE) Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bernomor 520/531/412.221/2026 tertanggal 16 Maret 2026 tentang Antisipasi dan Mitigasi Musim Kemarau 2026 bagi sektor pertanian.
Guna mengantisipasi terjadinya puncak musim kemarau 2024. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro bakal menyiapkan 300 unit tangki untuk dropping air bersih.
Pada bulan September 2017 ini, di Jawa Timur termasuk Kabupaten Bojonegoro diperkirakan akan terjadi puncak musim kemarau.