Awal Kemarau, Petani Kepohbaru Alami Kekeringan
Awal kemarau sudah mulai dirasakan sebagian masyarakat Bojonegoro, meski bisa dibilang baru menginjak musim kemarau beberapa wilayah sudah mengeluh kesulitan air, terlebih untuk pertanian.
Awal kemarau sudah mulai dirasakan sebagian masyarakat Bojonegoro, meski bisa dibilang baru menginjak musim kemarau beberapa wilayah sudah mengeluh kesulitan air, terlebih untuk pertanian.
Sebanyak 32 kasus kebakaran dengan nilai kerugian ditaksir sebesar Rp1.561.500.000 miliar (1,5 M), sejak Januari hingga Juni tahun 2019. Kejadian tersebut cukup banyak karena terjadi dalam waktu enam bulan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, mulai mewaspadai dampak musim kemarau. Salah satunya dengan melakukan pemetaan kawasan yang rawan dilanda kekeringan.
Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro, melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat agar mewaspadai berbagai macam penyakit yang muncul pada musim kemarau saat ini.
Musim kemarau tahun 2019 diprediksi bakal berlangsung lebih lama dibanding biasanya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mengimbau kepada masing-masing Camat untuk menginformasikan kepada masing-masing desa agar lebih bersiap diri.
Tanaman padi di Musim Hujan (MH) di Bojonegoro sebagian sudah memasuki panen. Di beberapa kawasan ada juga yang baru berumur sekitar 65 Hari Setelah Tanam (HST). Bagi yang belum panen, saat ini adalah saat yang tepat dilakukan petani memilih dan menyiapkan benih yang cocok untuk Wali'an atau Musim Kemarau (MK), kususnya sawah tadah hujan. Setidaknya ada dua (2) hal yang harus diperhatikan untuk memilihya agar padi bisa tumbuh dan hasil panen tetap maksimal, yaitu:
Dari ratusan desa dan kelurahan di Kabupaten Bojonegoro, ada 72 desa yang sangat membutuhkan air bersih. Sebab, banyak sumur dan sumber yang menjadi gantungan warga tidak mengeluarkan air lagi. Terbesar di Kecamatan Sumberrejo dan Sugihwaras.
Musim kemarau panjang di Kabupaten Bojonegoro begitu berat dijalani oleh masyarakat yang berada di wilayah kering. Baik di timur, barat atau selatan jantung Kota Bojonegoro.
Musim kemarau kali ini bisa dikatakan yang paling lama dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab menurut prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatalogi dan Geofisika (BMKG), potensi hujan di Kabupaten Bojonegoro baru akan terjadi pada November 2018 mendatang.
Meski kesulitan air bersih, warga Dusun Kaliglonggong Rt. 30/Rw.06 Desa/Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro belum mendapatkan bantuan air bersih (dropping).