Kemarau, Warga Gayam Antre Dapatkan Air Bersih
Musim kemarau yang tengah berlangsung tahun ini mengakibatkan beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
Musim kemarau yang tengah berlangsung tahun ini mengakibatkan beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
Di musim kemarau saat ini, banyak daerah di sebagian Kabupaten Bojonegoro mengalami kekeringan. Melalui program Polisi Peduli, Sat Sabhara Polres Bojonegoro memberikan bantuan air bersih kepada daerah di Kabupaten Bojonegoro.
Pada bulan Agustus 2018, seluruh wilayah di Jawa Timur memasuki puncak musim kemarau.
Musim kemarau rawan terjadi kebakaran, termasuk di kawasan hutan. Data BPBD Bojonegoro mencatat sejak Januari 2018 hingga sekarang, tercatat 41 kejadian. Dari jumlah itu 4 diantaranya adalah kebakaran hutan.
Bulan Juni 2018 tahun ini, telah memasuki musim kemarau. Namun, hujan lebat masih terjadi di sebagian wilayah Bojonegoro.
Langganan kekeringan di Kabupaten Bojonegoro saat kemarau tak bisa dielakkaan. Tahun 2018, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro memetakan setidaknya ada 10 kecamatan terancam kekeringan.
Kemarau tahun 2018 sudah mulai terjadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro memperkirakan puncak kemarua terjadi pada kurun waktu Juni hingga Oktober 2018.
musim kemarau ini, ini sangat berdampak pada petani tanaman cabai di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Pasalnya hasil cabai kurang maksimal bahkan banyak yang kering dan busuk akibat kurangnya pasokan air.
Musim kemarau baru saja terjadi beberapa minggu ini. Namun, kekeringan sudah mulai tampak terlihat, seprti yang terjadi pada embung di Desa Glagah, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.
Masyarakat di Kabupaten Bojonegoro agar bersiap dilanda kemarau bulan Mei ini. Setelah adanya Surat Edaran dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Malang , Nomor : KT.304/059/KLMG/III/2018 yang diterima Pemkab Bojonegoro, Rabu (16/5/2018).