Bencana Kekeringan di Bojonegoro (14)
Demi Air, Rela Antre Hingga Pagi
Kebutuhan akan air adalah hal yang paling utama dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari untuk kebutuhan mencuci, mandi hingga memasak untuk makan keluarga di rumah.
Kebutuhan akan air adalah hal yang paling utama dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari untuk kebutuhan mencuci, mandi hingga memasak untuk makan keluarga di rumah.
Musim kemarau panjang dan cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Bojonegoro dan wilayah lain, membuat debet air menyusut tajam. Bahkan, di bantaran sungai Bengawan Solo, tidak sedikit sumur bor milik warga yang airnya tidak keluar.
Status tanggap darurat bencana kekeringan masih ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, penetapan tanggap darurat tersebut telah diberlakukan sejak bulan September 2019 hingga 30 November 2019 mendatang.
Air bersih masih sangat diharapkan masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro. Sebab, sumber-sumber mata air belum mengeluarkan isi.
Elemen Suporter Persibo Bojonegoro, Boro Tribun Kidul, memberikan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan di Kabupaten Bojonegoro. Bantuan ini untuk meringankan beban mereka yang terdampak untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak.
Bencana kekeringan yang terjadi sampai saat ini sangat dirasakan masyarakat di sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya di Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, yang hampir separuh dari warganya mengaku telah alami kekeringan air.
Dampak kemarau panjang sangat dirasakan oleh Masyarakat Bojonegoro. Termasuk siswa dan guru di SDN Sumberbendo II Kecamatan Bubulan. Guna memenuhi kebutuhan air, siswa di sekolah tersebut berinisiatif membawa air dari rumah untuk suplai air di toilet sekolah sekolah setempat.
Musim kemarau membuat beberapa daerah di Kabupaten Bojonegoro mengalami kekeringan, bahkan fenomena alam yang terjadi setiap tahun di Kota Ledre, belum tertanggulangi secara masif. Sehingga DPD Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami kekeringan.
Silih berganti lembaga, komunitas atau bahkan perseorangan yang peduli untuk membantu air bersih. Pengiriman dilakukan ke desa-desa yang membutuhkan, termasuk wilayah Kedungadem, Sumberrejo, Kepohbaru dan lain-lain.
Kebutuhan air bagi warga terdampak bencana kekeringan di 18 kecamatan se Kabupaten Bojonegoro sangat mendesak. Bahkan bisa dibilang tidak bisa ditunda-tunda lagi. Sebab, air merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat.