blokBojonegoroTV
Beberapa Desa di Bojonegoro Mulai Kekeringan
Beberapa Desa di Bojonegoro Mulai Kekeringan
Beberapa Desa di Bojonegoro Mulai Kekeringan
Musim kemarau tahun 2023 ini, wilayah Indonesia diprakirakan akan lebih panjang dan kering dibandingkan 3 tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan oleh gangguan fenomena cuaca yang terjadi yaitu El-Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD).
Pada kemarau tahun 2023 ini ada 10 desa yang tersebar di 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro mengalami kekeringan hingga krisis air bersih. Sehingga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro terus melakukan berbagai upaya, diantaranya dengan terus mendropping air bersih dan menyiapkan ratusan tangki untuk disebar ke desa-desa yang mengalami kekeringan.
Antisipasi krisis air di sejumlah wilayah, BPBD Bojonegoro telah mendistribusikan 8.000 ribu liter air bersih di wilayah yang kesulitan air.
Antisipasi krisis air bersih yang sering terjadi saat musim kemarau, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) membagikan puluhan tandon air untuk warga di beberapa wilayah.
Memasuki musim kemarau tahun 2023, 189 warga Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro mengalami kekeringan. Hal tersebut, merupakan daerah yang pertama kali mengalami kekeringan di Kota Migas (sebutan lain Bojonegoro), Rabu (5/7/2023).
Kue kering seakan sudah menjadi kebutuhan yang wajib ada di rumah-rumah warga saat Lebaran tiba. Alhasil, produsen kue kering pun kebanjiran pesanan.
Musim kemarau di tahun 2023 diprediksi akan datang lebih awal. Oleh sebab itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro siapkan sebanyak 400 tangki air bersih untuk beberapa daerah yang rawan kekeringan.
Mungkin banyak yang belum tahu apa itu Daun Saga, daun pohon yang oleh orang Jawa biasa disebut biasa pohon "Sogok Tunteng". Daun dari tumbuhan tersebut ternyata memiliki banyak manfaat loh. Di antaranya dipercaya mampu mengobati diare dan mengatasi sakit perut.
Sebanyak lima desa di empat kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro mengalami kekeringan akibat dampak dari musim kemarau yang berlangsung sejak bulan Agustus lalu.