Skip to main content

Category : Tag: Kesaktian Pancasila


Kolom

Menyalakan Kembali Api Pancasila: Dari Seremoni Menuju Pengamalan

Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni selalu menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaannya. Tahun ini, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam amanatnya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga agar "api Pancasila" tetap menyala dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ajakan tersebut terasa sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan pesan yang sangat mendalam.

Kolom

Melahirkan Ketuhanan di Ruang Nyata

1 Juni, kita peringati sebagai hari lahir Pancasila. Yang namanya kelahiran, tentu ada sesuatu yang dilahirkan. Jika secara etimologis “Panca” yang artinya lima, dan “Sila” berarti berarti asas, artinya lima asas mulai dari Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sudah seharusnya dilahirkan kembali di ruang nyata. Tidak kemudian berhenti pada gelar upacara seremonial, atau sekadar ucapan flyer belaka.

Kolom

Mengamalkan Pancasila

Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, dalam konteks kekinian lima sila yang kita hafal, selanjutnya perlu kita amalkan. Jangan kemudian –mohon maaf, hanya berhenti di peringatan. Atau, sekadar flyer sebagai pengingat. Jika lima sila itu kita amalkan, artinya, ia dekat dengan kita. Ia menjadi diri kita. Menyatu. Sebab, kehadirannya menjadi perilaku diri.

Dimulai Lebih Pagi, Peserta Upacara Masih Mengeluh Pusing

Dimulai lebih pagi dari upacara seperti biasanya, kali ini Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Upacara peringatan Hari Lahirnya Pancasila pukul 06.00 WIB, di Lapangan Alun-alun Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (1/6/2019).