Kemarau, Petani Gayam Biarkan Lahan 'Bero'
Kebutuhan air yang cukup untuk tanaman sangatlah penting, apalagi tanaman tersebut saat masa pertumbuhan membutuhkan air yang banyak, seperti padi.
Kebutuhan air yang cukup untuk tanaman sangatlah penting, apalagi tanaman tersebut saat masa pertumbuhan membutuhkan air yang banyak, seperti padi.
Pemerintah Desa (Pemdes) Pelem bersama dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pemerintah Kecamatan Purwosari dan juga Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes), untuk membahas Tanah Kas Desa (TKD) Pelem, Jumat (27/7/2018) kemarin di balai desa.
Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro yang menyaber juara I tingkat provinsi dalam lomba dalam olahan masakan yang berbahan dasar ikan bandeng yang diselenggarakan di Surabaya.
Pada musim kemarau ini, ribuan hektare lahan pertanian yang ada di Kecamatan Sugihwaras didominasi dengan komoditi tanaman jagung dan tembakau. Petani setempat menilai dua komoditi itu lebih cocok dan lebih laku dijual saat masa panen mendatang.
Musim tanam tembakau di Bojonegoro, tahun 2018 ini terbilang mundur. Pasalnya masih banyak petani beranggapan cuaca atau curah hujan yang turun di Bojonegoro masih tinggi, sehingga petani lebih memilih menanam padi dibanding tembakau. Hal ini berpengaruh pada luasan lahan tembakau yang belum mencapai 50 persen dari target penanaman.
Sebagian petani di ujung selatan Kabupaten Bojonegoro, tepatnya wilayah Kecamatan Sekar tengah panen jagung di lahan persil milik perhutani.
Banyaknya petani Bojonegoro yang menggarap lahan pertaniannya dengan menggunakan pupuk pestisida pada membuat Dinas pertanian (Disperta) Bojonegoro mencoba mengembangkan Budidaya tanaman sehat tanpa bahan kimia.
Memasuki musim kemarau ini, memang banyak lahan pertanian di Bojonegoro kekeringan. Bahkan, dampak kekeringan semakin meluas Sehingga lahan pertanian yang ditanami padi terancam gagal panen. Pasalnya bulir padi tidak berisi sehingga padi yang menguning pun puso.
Petani di Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro pada musim kemarau ini lebih memilih menanam tanaman tembakau. Pasalnya lahan pertanian diwilayah Sukosewu dirasa cocok untuk tanaman tersebut.
Pemerintah Kecamatan Kota Bojonegoro terus berupaya mengembangkan potensu wisata di wilayahnya. Terbukti, selain mengembangkan wisata kelengkeng dan lada di Desa Banjarjo, dia juga mengajak mengembangkan ekonomi kerakyatan dengan memanfaatkan lahan.