Skip to main content

Category : Tag: Liter


Revitalisasi Perpustakaan Sekolah

Sudahkah perpustakaan sekolah kita optimal? Untuk menilainya, tentu kita harus melihat secara nyata keberadaan perpustakaan sekolah sebagai salah satu sarana prasarana pendukung pembelajaran dan penguatan literasi. Karena jangan sampai, keberadaan perpustakaan sekolah mati suri, yakni hanya dibangun fisiknya sedangkan dalamnya sepi aktifitas literasi.

SMAN 1 Kepohbaru Seminar Bersama Komunitas Menulis KBM

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dicanangkan oleh pemerintah melalui peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, nomor 23 tahun 2015, mulai tampak bergeliat pada lembaga pendidikan di Kecamatan Kepohbaru, khususnya di SMA Negeri 1 Kepohbaru. Berpijak dari peraturan Kemendikbud tersebut, lembaga tersebut mengadakan seminar sehari. Kegiatan itu diberi nama Seminar Sehari Bersama Komunitas Menulis yang ada di kecamatan Kepohbaru “Kita Belajar Menulis (KBM)”, pada Rabu (7/3/2018).

Membangun Literasi Berbasis Desa

Secara geografis, Kabupaten Bojonegoro yang memiliki luas wilayah mencapai 230.706 Ha, potensial sekali untuk menggerakkan literasi ditingkat pedesaan. Bagaimana tidak, berdasarkan data bojonegorokab.go.id, tahun 2016 saja secara administratif Bojonegoro memiliki 28 kecamatan, 419 desa dan 11 kelurahan. Maka jelas, banyaknya desa yang dalam perkembangannya bisa bertambah perlu dibranding dari sisi literasi. Sehingga, walau terlihat orang desa, melainkan pemahaman wawasan luar perlu ditunjang seiring dengan gerakan literasi nasional (GLN) yang tahun 2017 lalu dicanangkan oleh Kemendikbud.

Bojonegoro Kekurangan Ribuan Guru SD

Kendala kekurangan guru sepertinya sudah menjadi permasalahan nasional. Pasalnya hampir setiap daerah juga mengalami hal yang sama tidak terkecuali Kabupaten Bojonegoro yang juga mengalami kekurangan guru yang jumlahnya mencapai ribuan.

Menakar Masa Depan Literasi di Tangan Bupati Bojonegoro

Dalam beberapa bulan ke depan, konstelasi politik di Bojonegoro akan mencapai puncaknya. Bupati Bojonegoro, Suyoto, secara resmi akan digantikan dengan sosok baru. Setidaknya, gambaran itulah yang kini mulai terlihat di jalan-jalan, baliho, selebaran, hingga berbagai bentuk kampanye di kalender. Tentu, hal itu menarik menjadi kajian bersama.

Peringatan Hari Puisi Indonesia 2017

Ayo! Hadir di Sarasehan Literasi dan Parade Puisi

Dalam memperingati Hari Puisi Indonesia tahun 2017, ayo hadir dan ikuti sarasehan literasi dan parade puisi "Membangun Budaya Literasi & Sastra Bojonegoro" Sabtu (30/9/2017)besok.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (26)

6 Kali Belanda Gagal Masuk Temayang dan Gunung Pandan

Sebagai tempat pusat pengendali pemerintahan dan militer, Desa Temayang mempunyai peranan penting dalam kedudukannya dan menentukan bagi keberhasilan perjuangan mempertahankan kemerdekaan negara dan bagsa, khususnya bagi Wehreise Brigade Ronggolawe.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (25)

Penghadangan dan Serangan di Kabunan-Suwaloh

Setelah peristiwa cepat yang terjadi di Sumodikaran, yakni 100 pasukan gerilya belum berhasil melumpuhkan 5 serdadu yang melintas, pada bulan Mei 1949, seksi Dihar dan Supandi mengadakan pertemuan di Wedi.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (22)

Di Sumodikaran, 100 Gerilya Gagal Lumpuhkan 5 Serdadu

Masih pada bulan April 1949, sekitar pukul 07.00 WIB, seksi Dihar, seksi Supandi dan Seksi Noorcahyo dengan total kekuatan 100 orang masing-masing bersenjata, berkumpul di tengah tegalan di Desa Sumodikaran, Kecamatan Dande, tepatnya di sebelah barat jalan besar.