Berbagai persiapan terus dilakukan Kodim 0813 mendekati pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 di Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Selain persiapan fisik, juga perlu pemantapan psikis dan spiritual salah satunya dengan do'a bersama dengan harapan kegiatan membangun desa tersebut bisa berjalan lancar.
SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro melangsungkan Purna Wiyata di pendopo Malowopati, Bojonegoro pada Sabtu (22/6/2019) pagi. Sekolah melepas sebanyak 94 siswa-siswinya.
Berkhitman pada organisasi Muhammdiyah terus ditanamkan kepada para kader dan karyawan. Sehingga melalui Baitul Arqom yang dilakukan Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bojonegoro, ingin meneguhkan komitmen pada organisasi tercintanya tersebut.
Puluhan siswa SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro berhasil mengharumkan nama baik sekolah, dengan memborong berbagai kejuaraan loma yang di adaka Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro beberapa waktu lalu.
Sebagai bagian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 Kodim 0824/Jember, pihak Kodim tidak hanya melakukan pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan non fisik. Seperti halnya pembinaan Sumber Daya Manusia di Desa Gunungmalang, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember.
Pembersihan Lapangan Gayasan Desa Gunungmalang, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember pada Minggu (24/3/2019) dibantu oleh Organisasi Kepemudaan Binaan dari Unsur Keluarga Besar TNI (KBT).
Pekerjaan Ruang Terbuka Hijau yang sudah hampir selesai dilakukan prmbersihan oleh Babinsa bersama Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 104 Kodim 0824/Jember, untuk persiapan sebagai tempat Upacara Penutupan
Babinsa. Kopka Asep Dimyati sejak awal aktif melakukan bantuan-bantuan kepada Satgas TMMD baik dalam memperlancar kegiatan maupun koordinasi-koordinasi dengan berbagai pihak.
Sebagai agenda tahunan yang diselenggarakan Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Dua (Muda) Sumberrejo, Drumband Carnival berjalan cukup meriah, Minggu (17/02/2019).
Secara historis Kelahiran Muhammadiyah 106 tahun yang lalu tidak lain kerena diilhami, dimotivasi dan disemangati oleh ajaran-ajaran Al Qur’an. Dan apa yang digerakkan oleh Muhammadiyah tidak ada motif lain kecuali semata-mata untuk merealisasikan prinsip-prinsip ajaran Islam dalam kehidupan riil dan konkrit. Gerakan Muhammadiyah senantiasa diarahkan untuk menampilkan wajah Islam dalam wujud yang riil, konkrit dan nyata, yang dapat dihayati, dirasakan dan dinikmati oleh umat sebagai rahmatan lil alamin (memberikan rahmat bagi seluruh alam “seluruh kehidupanâ€). Dari siniliah maka seluruh gerakan Muhammadiyah di negeri ini, tidak lain adalah sebagai bentuk pengabdian keTuhanan, keUmatan, keBangsaan, dan keIndonesiaan). Komitmen inilah yang juga dalam perspektif Muhammadiyah, hanya dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas umat, kualitas masyarakat Indonesia, tanpa melepas karakter, nilai-nilai, dan budaya bangsa pada makna subtantifnya, bukan simbolnya.
Kisah Nabi Muhammad tidak mungkin dilupakan umat Islam. Peranan Muhammad sebagai agen of change akan terus diteladani dan diinternalisasi oleh penganutnya. Hingga setiap 12 Rabiul Awal selalu diperingati sebagai kelahiran sosok yang membentuk hati dan pola pikir umat islam.