1 Abad NU
Terima Kasih Malang dan UNM, Kafilah Bojonegoro Selesai Mujahadah Kubro
Seluruh jamaah dari kafilah Bojonegoro yang jumlahnya 2.414, alhamdulillah telah tuntas mengikuti Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Minggu (8/2/2026).
Seluruh jamaah dari kafilah Bojonegoro yang jumlahnya 2.414, alhamdulillah telah tuntas mengikuti Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Minggu (8/2/2026).
Deretan jamaah Mujahadah Kubro dalam rangka Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama tampak duduk beristirahat di salah satu ruas jalan sekitar Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Di tengah kerumunan, beberapa jamaah mengenakan peci unik dengan tinggi mencapai sekitar satu meter yang spontan menarik perhatian dan menghadirkan senyum di wajah jamaah lain.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tampak membagikan kaos kepada jamaah saat menghadiri Puncak Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama di kawasan Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).
Sejak kemarin malam, secara bergelombang puluhan ribu jamaah Nahdlatul Ulama (NU) mulai bergeser ke lokasi utama acara Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur.
Sore nanti, jamaah dari PCNU se Jawa Timur akan mulai menuju ke Mujahadah Kubro dalam rangkaian harlah 1 Abad NU di GOR Gajayana, Malang. Dari total peserta atau jamaah NU dari seluruh Jawa Timur data yang masuk sekitar 77.541. Informasi tersebut sesuai rekapitulasi penitia induk dari PWNU Jawa Timur.
Satu hari sebelum keberangkatan ke Mujahadah Kubro dalam rangka 1 Abad NU di GOR Gajayana, Malang, peserta dari seluruh Jawa Timur ada sekitar 77.541 jamaah.
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro hari ini menggelar ziarah muassis dan ulama NU, Selasa (3/2/2026).
Rombongan puluhan bus, elf dan mobil pribadi berjajar di parkiran pesarean Syaikhona Kholil Bangkalan, Madura, Minggu (1/2/2026).
Direncanakan puncak Harlah 1 Abad NU yang digelar PWNU Jawa Timur dan dirangkai Mujahadah Kubro digelar di Stadion Gajayana Malang 7-8 Februari 2026.
Tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 yang dinilai melecehkan pesantren dan tokoh-tokoh yang dimuliakan kalangan Hahdliyin, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan akan menempuh jalur hukum.