Jelang Puasa, Harga Telur Terpantau Naik
Mendekati datangnya bulan Ramadan sebagian harga kebutuhan pokok terpantau naik. Salah satunya adalah harga telur yang naik sekitar Rp6.000 per kilogram.
Mendekati datangnya bulan Ramadan sebagian harga kebutuhan pokok terpantau naik. Salah satunya adalah harga telur yang naik sekitar Rp6.000 per kilogram.
Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis pertalite mengalami kenaikan yaitu Rp100 dari harga semula Rp7.500 menjadi Rp7.600 per liter.
Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan elevasi Sungai Bengawan Solo yang melintas di Kabupaten Bojonegoro naik.
Menjelang moment Natal yang tinggal beberapa hari, harga kebutuhan bumbu dapur di pasar tradisional mulai naik. Kenaikan saat moment seperti ini memang sudah menjadi hal yang biasa.
Satu pekan terakhir ini harga telur terus mengalami kenaikan. Terhitung dalam minggu ini harga telur naik sampai Rp5.000 per kilogramnya. Di Pasar Kota Bojonegoro, harga telur sebelumnya dijual dengan harga Rp18.000 per kilogram naik menjadi Rp23.000 per kilogram.
Sebanyak 722 PNS di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menerima Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat periode 1 Oktober 2017, di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Selasa (7/11/2017).
Pada hari Minggu ku turut ayah ke kota. Naik delman istimewa ku duduk di muka'. Penggalan lagu anak-anak yang berjudul Naik Delman Istimewa itu bisa menjadi alternatif bagi anda yang sedang libur dan ingin sekadar keliling Kota Bojonegoro.
Harga beras di sejumlah Pasar Tradisional Bojonegoro kembali naik. Harga beras premium dijual dengan harga Rp7.000, naik menjadi Rp8.700 sampai Rp9.000 per kilogram.
Sebagian warga di Kecamatan Kota Bojonegoro kembali harus merasakan pemadaman listrik selama lima jam, Sabtu (16/9/2017). Pemadaman diperkirakan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB.
Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Dana Abadi dipastikan tidak ada kaitannya dengan rencana kenaikan tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro. Meskipun Bojonegoro Institute (BI) mengkritisi dan menilai lambannya pembahasan Raperda Dana Abadi, tetapi legislatif sudah membentuk Tim panitia khusus dan merencanakan segera melakukan pembahasan.