#blokBojonegoroTV
Rapid Tes, 86 Pedangan Pasar Kota Bojonegoro Reaktif Positif
Rapid Tes, 86 Pedangan Pasar Kota Bojonegoro Reaktif Positif
Rapid Tes, 86 Pedangan Pasar Kota Bojonegoro Reaktif Positif
Antusiasme nampak pada puluhan pedagang di Pasar Tradisional Kota Bojonegoro, untuk mengikuti rapid test Covid-19 di tiga titik lokasi, guna mengidentifikasi apakah pedagang pasar ada yang terinfeksi Virus Corona/Covid-19 atau tidak.
Sebagai antisipasi kecemburuan sosial antar pedagang yang ada di Kota Bojonegoro, Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro membuat tempat khusus bagi para pedagang dadakan atau pedagang takjil saat bulan Ramadan.
Dampak Pandemi COVID-19 membuat sekolah-sekolah menerapkan kebijakan belajar di rumah. Sebagaimana instruksi Pemerintah, tentu hal ini berdampak para pedagang yang selama ini berjualan di sekolah tidak mendapatkan penghasilan.
Kebijakan pemberlakuan belajar di rumah bagi seluruh siswa jelas berdampak bagi pedagang yang menggantungkan hidupnya dari berjualan di lingkungan sekolah. Untuk itu menindaklanjuti instruksi Bupati Bojonegoro Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kejadian Luar Biasa (KLB) Non Alam Penyebaran Virus Corona (Covid-19), Pemkab mengalokasikan bantuan sembako untuk mereka.
Yuvita yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang seblak banting setir menjadi penjual masker di tengah maraknya pandemi Covid-19 untuk tetap menghasilkan omzet.
Kampoeng Lontong Lodeh yang ada di Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Kota Bojonegoro, turut terimbas dampak Virus Corona. Pwadahal setiap hari Minggu pagi di seputaran Jalan Meliwis Putih, Kelurahan Ngrowo Kecamatan Kota Bojonegoro ini banyak berjajar warga yang mejajakan lapak untuk berjualan lontong, namun kini, untuk sementara warga dilarang untuk jualan lontong pada minggu pagi.
Beredarnya kabar terkait Virus Corona berpengaruh pada pedagang lontong keliling yang berada di Kelurahan Ngrowo, Kota Bojonegoro. Pasalnya omzet yang didapat setiap harinya terus mengalami penurunan.
Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, menargetkan pencetakan Kartu Pedagang Produktif (KPP) mencapai 31 ribu keping pada tahun 2020. Program untuk akses modal pedagang itu merupakan salah satu janji Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah sewaktu pemilihan kepala daerah (Pilkada).