Skip to main content

Category : Tag: Pmi


Harlah KOPRI, Rayon Raden Paku Gelar Pelatihan Esai dan Kerajinan Lampu

Dalam rangka memperingati Harlah KOPRI ke-56 dan Harlah KOPRI Rayon Raden Paku yang ke-3, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Rayon Raden Paku menggelar Pelatihan Esai dan Kerajinan Lampu. Acara yang berlangsung di Gedung PC Muslimat NU Bojonegoro ini dihadiri oleh 27 peserta yang tampil dengan semangat tinggi.

Matematika sebagai Bahasa Sains Membentuk Argumen Bukti dan Komunikasi Data

Pemikiran sebuah dunia di mana setiap klaim ilmiah bisa diuji, dibuktikan, dan dipahami dengan jelas oleh siapa saja, tanpa harus menjadi ahli. Di dunia itu matematika tidak lagi sekadar rangkaian angka dan simbol, melainkan bahasa universal yang mempersenjatai kita untuk membaca kenyataan, menyusun argumen, dan membagikan temuan dengan cara yang dapat diverifikasi. Matematika menjadi alat utama dalam sains karena ia mengubah data menjadi narasi yang bisa diperdebatkan, disahkan, dan dipakai untuk mengambil tindakan nyata. Inilah inti dari gagasan bahwa matematika adalah bahasa sains membentuk argumen bukti dan komunikasi data.

Harlah, PMII Unugiri Gelar Doa Bersama dan Peluncuran Website

Memperingati Harlah PMII Ke-63 Tahun 2023, PK PMII UNU Sunan Giri menggelar Doa Bersama dan Launching Website pada Senin (18/04/23), di lapangan olahraga kampus. Selain segenap anggota dan undangan, hadir pula para alumni PMII yang berkesempatan berkisah sejarah PMII Unugiri.

Melek Politik, PC PMII Bojonegoro Gelar Tadarus Politik

Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro melaksanakan kegiatan Tadarus Politik Milenial bertepatan dengan dekatnya pesta demokrasi di Indonesia 2024 nanti, pada Jumat (7/4/2023) di RM. Rumah Manyung Plesungan, Kecamatan Kapas.

Dari Hafalan Menuju Pemecahan Masalah Kelas yang Penuh Eksperimen

Di era data yang mengalir deras, sebuah kelas bisa berubah menjadi laboratorium ide tempat pertanyaan menggantikan hafalan. Di ruang itu guru tidak lagi sekadar menjadi pengingat rumus, melainkan fasilitator yang menuntun siswa merumuskan pertanyaan, merancang eksperimen sederhana, dan menilai hasilnya bersama. Satu jam pelajaran bisa terasa seperti sesi ilmiah yang hidup, bukan sekadar ritual menghafal yang membuat jiwa pembelajar kehilangan otonomi berpikir. Transformasi ini bukan sekadar perubahan teknik mengajar; ia menuntut kita menyusun ulang apa yang kita sebut pembelajaran bermakna.