Skip to main content

Category : Tag: Ppk


Bupati Bojonegoro Serahkan SK PPPK Guru Tahap 1

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan menyerahkan SK Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru sebanyak 250 PPPK , formasi tahun 2021. Penyerahan SK PPPK di serahkan langsung oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah dan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan Dan Pelatihan yang bertempat di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Selasa pagi (10/5/2022)

Sosialisasi Permendikbudristek, PPKD Bojonegoro Ikuti Video Conference

Adanya surat dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) terkait sosialisasi Permendikbudristek Nomor 1 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), Tim PPKD Bojonegoro mengikuti rapat online.

Diundang Fauzan Fuadi, Perawat Bojonegoro Berharap Masuk PPPK 2022

Tidak adanya kuota tenaga kesehatan (Nakes) dalam rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021, membuat petugas medis tidak tinggal diam. Mereka mengadukan keinginannya kepada anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Fauzan Fuadi, agar masuk PPPK 2022.

PPKD Gelar Raker Tahun 2021 di Toyoaji

Untuk tetap bisa menjalankan program di tengah-tengah Pandemi Covid-19, Tim Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Bojonegoro menggelar rapat kerja (Raker) di akhir tahun 2021.

Capaian Vaksinasi di Kabupaten Bojonegoro di Atas 70 Persen

Sebagai upaya untuk mewujudkan kekebalan komunitas dari Covid-19, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus melakukan vaksinasi. Pada 1 Desember 2021, vaksinasi dosis 1 sudah mencapai 74,02%, dan untuk Lansia dosis 1 sebanyak 60,27%.

PPKM Level 3 Nataru Disosialisasikan Lebih Awal Agar Masyarakat Bersiap

Pemerintah mengingatkan, peningkatan angka kasus COVID-19 di Indonesia harus jadi alarm agar masyarakat selalu bersiap mengantisipasi kemungkinan gelombang ketiga. Masyarakat diharapkan dapat lebih bijaksana mØŒenjalani aktivitas pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berpotensi menghasilkan lonjakan kasus sejalan dengan peningkatan