Tinjau Lapangan Banyu Geni, DPRD Bojonegoro Minta Pertamina Prioritaskan Warga Lokal
Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri saat meninjau Lapangan Sumur Banyu Geni di Kecamatan Kepohbaru (Foto: istimewa)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Komisi B DPRD Bojonegoro melakukan peninjauan langsung ke proyek eksplorasi Lapangan Banyu Geni sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan proyek strategis di sektor energi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai ketentuan, melibatkan masyarakat sekitar, serta mengedepankan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, mengungkapkan keterlibatan masyarakat lokal menjadi salah satu fokus utama dalam pengawasan yang dilakukan. DPRD meminta keberadaan proyek memberikan manfaat bagi warga di sekitar lokasi.

"Yang kami pastikan kemarin adalah progres proyek di Lapangan Banyu Geni harus melibatkan masyarakat sekitar. Itu yang kami cek langsung di lokasi," ungkap Lasuri, Rabu (29/7/2026).

Selain mendorong partisipasi masyarakat, Komisi B juga menaruh perhatian terhadap penerapan standar keselamatan kerja serta upaya mitigasi dampak lingkungan selama proses eksplorasi berlangsung.

"Kami juga ingin memastikan proyek itu benar-benar memperhatikan aspek safety dan tidak mengganggu lingkungan. Baik terkait debu, analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), maupun analisis dampak lalu lintas (Andalalin), semuanya harus menjadi perhatian Pertamina, terutama pihak kontraktor pelaksana, PT ISS," tegasnya.

Lasuri juga menyinggung persoalan perizinan proyek yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik. Berdasarkan penjelasan yang diterima Komisi B saat berada di lokasi, seluruh proses perizinan telah diselesaikan, termasuk perubahan status lahan yang sebelumnya masuk kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

"Dari penjelasan yang kami terima di lokasi, semuanya sudah selesai, termasuk persoalan fungsi lahannya. Yang awalnya berstatus LSD juga sudah keluar izinnya," katanya.

Sementara itu, terkait hasil eksplorasi Lapangan Banyu Geni, Lasuri menyebut hingga saat ini belum ada kepastian mengenai potensi sumber daya yang ditemukan. Baik dalam koordinasi di lapangan maupun saat pembahasan di Jakarta, Pertamina belum dapat memastikan apakah cadangan yang ada berupa minyak maupun gas bumi.

"Belum ada kepastian dari Pertamina apakah nantinya menghasilkan minyak atau gas. Tetapi arahnya kemungkinan lebih dominan ke gas," pungkasnya.

Untuk diketahui, Lapangan Banyu Geni merupakan pengembangan dari Pertamina EP Cepu. Proyek tersebut membutuhkan lahan sekitar 3,5 hektare yang masuk kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Pemerintah memastikan pemanfaatan lahan tersebut tidak akan mengurangi luas sawah karena setiap satu hektare LSD yang dialihfungsikan wajib diganti dengan tiga hektare lahan sawah baru sesuai ketentuan yang berlaku. 

Pengembangan Lapangan Banyu Geni juga menjadi salah satu Objek Vital Nasional yang mendapat perhatian pemerintah pusat. Hal itu ditunjukkan dengan kunjungan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Jenderal (Purn) Dudung Abdurrachman ke Bojonegoro untuk meninjau progres proyek serta memastikan percepatan pelaksanaan berjalan sesuai target dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kepatuhan regulasi, dan dampak bagi masyarakat sekitar. [riz/mad]