Akhir Tahun, Rp.200 Juta Anggaran untuk Hafidz Cair
Anggaran untuk para penghafal al-quran atau hafidz yang ada di Bojonegoro hingga kini masih belum dicairkan, meski begitu dana itu akan segera diberikan sebelum akhir tahun 2017 ini.
Anggaran untuk para penghafal al-quran atau hafidz yang ada di Bojonegoro hingga kini masih belum dicairkan, meski begitu dana itu akan segera diberikan sebelum akhir tahun 2017 ini.
Mat Salim pria asal Desa Ngadiluhur Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, yang menikahi Kirbi Ana Barlet (Nur Fatimah) perempuan asal Negara New Zealand (Islandia Baru) akan tinggal di Pulau Dewata, sebutan dari Bali. Sebelumnya, Salim mengenal Nur Fatimah saat berada di Bali.
Ada cerita unik tentang keberhasilan Mat Salim menjadi seorang Pemandu Wisatawan (Tour Guide) di Bali dengan bahasa inggris. Pria asal Desa Ngadiluhur Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro itu, bisa berbicara bahasa Inggris lantaran belajar dari pacarnya yang bule.
Setelah hearing (dengar pendapat) beberapa hari yang lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) kedua, Kamis (21/12/2017). Hal itu dilakukan untuk mengecek pelaksanaan proyek, serta memastikan kualitas jalan yang dikerjakan.
Istri Mat Salim yang mempunyai nama asli Kirbi Ana Barlet yang sekarang berubah nama Siti Fatimah, tidak bisa berbicara dengan bahasa indonesia saat di rumah suaminya itu, tepatnya berada di Desa Ngadiluhur Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Perempuan asli negara New Zealand (Islandia Baru) ini sehari-hari menggunakan bahasa isyarat saat berintraksi dengan warga sekitar dan juga mertunya.
Siapa yang tak tahu Mad Salim, pria asal Desa Ngadiluhur, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro itu menjadi viral di media sosial lantaran meski pria desa tapi dia berhasil mempersunting istri seorang bule. Pria (38) tahun ini, menikahi Kirbi Ana Barlet atau bisa disebut (Siti Fatimah) perempuan asal Negara New Zaeland pada Rabu (20/12/2017) di rumah Mad Salim.
Operasi Sikat II Semeru 2017 yang berlangsung sejak tanggal 11 hingga 20 Desember lalu, Polres Bojonegoro berhasil mengungkap 44 Kasus dengan 48 tersangka.
Dua produsen minuman keras (miras) jenis arak yang baru berjalan sekitar dua bulan di Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, tidak dapat berkutik saat digrebek Polres Bojonegoro. Hasil arak produksinya rupanya dijual di warung sekitaran Kecamatan Gayam.
Santunan dana korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan di Jasa Raharja Perwakilan Bojonegoro pada tahun 2017 ini meningkat dibanding tahun 2016 lalu. Kenaikan itu selain disebabkan jumlah laka yang meningkat juga dipengaruhi santunan di tahun ini juga meningkat.
Produsen minuman keras (Miras) jenis arak di Dusun Samben, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (21/12/2017) sore digrebek. Rumah milik produsen Muksin (51), yang juga warga setempat disulap menjadi pabrik arak setelah menggadaikan surat kendaraan BPKB miliknya.