Setiap Kecamatan di Bojonegoro Masih Ditemukan Penderita Kusta
Penderita penyakit kusta di Kabupaten Bojonegoro dalam tiga tahun terakhir masih fluktuatif. Dari data yang ada, di setiap kecamatan di Kota Ledre tercatat masih ada penderita kusta.
Penderita penyakit kusta di Kabupaten Bojonegoro dalam tiga tahun terakhir masih fluktuatif. Dari data yang ada, di setiap kecamatan di Kota Ledre tercatat masih ada penderita kusta.
Penderita Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Bojonegoro setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, meskipun begitu pengobatan untuk para penderita TB tingkat keberhasilannya diklaim mencapai target 98 persen.
Warga di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro hanya bisa gigit jari karena tanggul yang ada di daerah tersebut jebol karena tidak mampu menahan air yang melintasi Kali Kloro.
Dalam penyelenggaraan pemilihan umum gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) tahun 2018 mendatang, Jawa Timur mempunyai 4 tantangan integritas. Salah satunya adalah eksploitasi isu sara maupun black campaign atau kampanye gelap atau terselubung. Hal itu perlu diwaspadai generasi milenial. Sebab, penyebaran masif biasa dilakukan melalui media sosial.
Pemerintah melalui Kementrian Perdagangan (Kemendag) mengusulkan ritel modern membuat sales point bagi warung tradisional untuk mendapatkan akses pasokan. Tujuannya, supaya warung tradisional bisa mendapatkan pasokan dengan harga yang lebih murah. Namun kebijakan itu berdampak pada distributor daerah dan agen yang kehilangan pasar. Hal itu menyebabkan UKM kewalahan mencari konsumen.
Penularan HIV-AIDS (Human Immunodefiency Virus-Acquired Immunune Deficiancy Syndrome) perlu diwaspadai di Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya meskipun tidak masuk 10 besar di Jawa Timur tahun 2016, tetapi jumlah penderita di Kota Ledre masih di atas Kabupaten Tuban.
Sampai pada akhir bulan September lalu, di Kabupaten Bojonegoro masih ada 83 orang yang terkena HIV-AIDS (Human Immunodefiency Virus-Acquired Immunune Deficiancy Syndrome). Dari jumlah tersebut pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) masih terus melakukan pendataan bagi para penderita.
Setelah kedatangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, Kamis (14/9/2017) tadi, Kepala Desa Kanor, Ramlah berharap agar perbaikan tanggul yang sudah kritis tersebut segera terealisasi.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, saat melakukan kunjungan kerja di Desa/Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro mengungkapkan, tanggul di desa setempat sudah sangat membahayakan. Semua aparat harus segera bekerja untuk menyelamatkan masyarakat.
Perwakilan Balai Besar Bengawan Solo, Yudhi mengungkapkan sebelum musim penghujan diupayakan tanggul di Desa/Kecamatan Kanor, Bojonegoro sudah bisa diamankan.