Skip to main content

Category : Tag: Tik


Madrasah Jurnalensa Zona Selatan Dorong Kader NU Sebarkan Kultur Positif

Pelatihan jurnalistik menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat syiar Nahdlatul Ulama di era digital. Melalui Madrasah Jurnalensa Zona Selatan, kader NU didorong untuk menghasilkan pemberitaan yang informatif sekaligus menghadirkan kultur positif organisasi kepada masyarakat.

Kreatif dan Ramah Lingkungan, Kemenag Bojonegoro Percantik Kantor dengan Ornamen Bambu

Suasana kebersamaan tampak mewarnai halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro di Jl. Pattimura No. 7, Jumat (31/7/2026) sore. Sejumlah karyawan dan staf bergotong royong membuat sekaligus memasang berbagai ornamen perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dari bahan bambu.

Berita foto

Pertamina FT Tuban Tampilkan Produk Binaan CSR di Festival Mangrove Jawa Timur ke-10

Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal (FT) Tuban turut memeriahkan Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 yang digelar di Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, pada Rabu (29/7/2026). Dalam kegiatan memperingati Hari Mangrove Sedunia tersebut, Pertamina menghadirkan booth yang menampilkan berbagai produk hasil program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR binaannya.

Terinspirasi Sampah Bengawan Solo, Dua Siswa MAN 2 Bojonegoro Raih Juara 3 dan Gold Medal di UGM

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa MAN 2 Bojonegoro. Ahmad Khavabi dan Yulviana Detasari, siswa kelas XI-A, berhasil meraih Juara 3 sekaligus Gold Medal dalam ajang Jogja Essay Competition (JEC) 2026 yang diselenggarakan Ruang Inovasi Sains dan Karya Ilmiah (RISKI) bersama Ikatan Mahasiswa Sastra Arab (IKMASA) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Kolom

Mimpi yang Tertunda

Pagi itu halaman depan harian Radar Bojonegoro seperti menampar siapa pun yang membacanya. Di tengah semarak peringatan Hari Anak Nasional 2026, sebuah angka dicetak besar dengan warna merah menyala: 4.745 Anak Tidak Sekolah. Angka itu seolah lebih lantang daripada pidato-pidato seremonial. Ia tidak berteriak, tetapi cukup membuat siapa saja yang peduli pada masa depan berhenti sejenak.