Dagongan..! Ayo Semangat
Para peserta lomba tradisional jenis dagongan semangat untuk menjatuhkan tim lawan. Permainan ini kebalikan dari tarik tambang. Tim saling dorong menggunakan media bambu untuk bertahan dan menjatuhkan lawannya.
Para peserta lomba tradisional jenis dagongan semangat untuk menjatuhkan tim lawan. Permainan ini kebalikan dari tarik tambang. Tim saling dorong menggunakan media bambu untuk bertahan dan menjatuhkan lawannya.
Ratusan siswa-siswi mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) se Kabupaten Bojonegoro, mengikuti lomba tradisional yang digelar di Alun-alun Bojonegoro, Rabu (19/9/2018).
Usai Salat Jumat, Ratusan Warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander berbondong-bondong menuju makam sesepuh desa setempat guna mengadakan tradisi Ngaji Syuroan dan sedekah bumi. Tradisi tersebut diperingati oleh warga desa setempat setiap bulan Syuro hari Jumat Pahing pada penanggalan Jawa.
Hari ini Kamis, (30/8/2018) malam, masyarakat Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro menggelar tradisi "Nyadran" di makam leluhur desa. Sederhana, masyarakat Sarangan dewasa maupun anak-anak mereka bersama-sama duduk melingkar hanya beralaskan terpal dan penerang lampu seadanya.
Sebagai Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Bojonegoro, yang tentunya juga ingin memberikan kontribusi atau turut serta dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang mana Negara Indonesia memperingatinya pada tanggal 23 Juli.
Sebagian masyarakat Desa/Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro, masih memegang tradisi unik saat lebaran Idul Fitri yang ke-8 atau lebran ketupat, yaitu menggantung ketupat di pintu masuk rumah.
Masuk di pertengahan ramadan, terpantau di Pasar Tradisional Kota Bojonegoro mulai padat pengunjung. Hal itu berdampak pada penghasilan para pedagang.
Sebagian masyarakat di sekitar hutan, tepatnya di wilayah Kecamatan Bubulan mempunyai resep jamu tersendiri untuk kebugaran tubuh. Salah satunya menggunakan jamu tradisional dari daun sambiroto.
Guru, pahlawan tanda jasa. Ia mendidik dengan setulus hati dan juga memberikan kasih sayang kepada anak didiknya tanpa pandang bulu. Seorang guru harus bijaksana ketika mendidik, karena gurulah yang dapat mencetak generasi emas penerus bangsa.
Setiap anak memiliki pribadi serta kreatifitas yang bermacam-macam. Sehingga dalam mendidik anak harus dengan porsi yang berbeda-beda.