Zaman Berkembang, Pasar Tradisional Mulai Ditinggalkan?
Mungkinkah pasar tradisional sudah tergerus oleh zaman, karena perkembangan modernisasi yang begitu pesat, dan juga perkembangan teknologi yang makin canggih.
Mungkinkah pasar tradisional sudah tergerus oleh zaman, karena perkembangan modernisasi yang begitu pesat, dan juga perkembangan teknologi yang makin canggih.
Di saat beberapa anak di 'zaman now' asyik bermain dengan gawai, ternyata hal berbeda terlihat di Desa/Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro. Terlihat, beberapa anak kecil tengah menikmati permainan tradisional di halaman rumah seorang warga.
Tradisi gumbreg untuk memohon pertolongan Yang Maha Kuasa dari hama tikus yang mewabah akhir-akhir ini dilakukan oleh masyarakat Desa Sidorejo, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro pada Minggu (17/12/2017) yang digelar di pertigaan jalan desa setempat.
30 tahun lebih, Parmi (60) ditinggal sang suami untuk selama-lamanya (meninggal dunia). Pasca di tinggal suaminya, Parmi harus menjadi tulang punggung dari 5 orang anaknya yang masih kecil.
Tubuhnya sudah mulai kriput dimakan oleh usia. Namun apa daya demi kebutuhan hidup, Parmi (60) masih tetap berjuang jadi tukang pijat tradisonal.
Masyarakat Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Bojonegoro, melakukan pakurmatan agung sasi suro (penghormatan besar bulan suro/muharam), Kamis (12/10/2017) malam, di Lapangan desa setempat.
Untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-72 tahun 2017, bermacam lomba digelar. Salah satunya lomba unik balap perahu tradisional yang digelar oleh Kampung Nelayan Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.
Di era yang serba canggih, banyak masyarakat memilih menggunakan perabotan serba modern. Sehingga, perkakas tradisional yang terbuat dari bambu banyak ditinggalkan.