16:00 . BPS Perpanjang Sensus Online Hingga 29 Mei 2020   |   14:00 . Bentuk Kepedulian Kapolres Kunjungi Posko di Perbatasan   |   13:00 . Kapolres Kunjungi Posko Covid-19 di Perbatasan   |   12:00 . Pasar Hewan Ditutup, Pedagang Kambing Pilih Jual Online   |   11:00 . CPP Gundih Terbakar, Pertamina EP Tangani Cepat   |   10:00 . Bersama PMI, Stikes Rajekwesi Amalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi   |   09:00 . LIVE: Musrenbang Kabupaten Bojonegoro Tahun 2021   |   08:00 . Update Perkembangan Covid-19 Daerah Sekitar Bojonegoro Per 8 April   |   07:00 . Haruskah Kita Berteman dengan Mantan? Begini Kata Ahli   |   06:00 . Santri Amanatul Ummah Pulang Kampung   |   22:00 . Sempat Ditemukan PDP, Puskesmas Balen Jadi Atensi DPRD   |   21:00 . Bantu Stok Darah di UDD PMI, Polres Gelar Donor Darah   |   20:00 . Jumlah Penumpang Turun Drastis, Bus Bojonegoro - Nganjuk Tak Beroperasi   |   19:00 . Kompak, Warga PSHT Semprot Desinfektan   |   18:00 . Perhatikan Dampak Ekonomi, Wihadi Bagikan Sembako   |  
Thu, 09 April 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 13 June 2017 14:00

Tanyakan JTB, DPRD Bojonegoro Kunker ke Kementerian ESDM

Tanyakan JTB, DPRD Bojonegoro Kunker ke Kementerian ESDM

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com -
Keberadaan Proyek Jambaran Tiung Biru (J-TB) di Kabupaten Bojonegoro, membuat DPRD melakukan persiapan. Seperti yang dilakukan Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro melakukan kunjungan kerja ke Dirjen Migas Kementrian ESDM, Selasa (13/6/2017).

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi mengatakan, kunjungan kerja Komisi C pada kesempatan ini untuk menanyakan beberapa hal terkait Operasi Proyek Jambaran Tiung Biru (J-TB) yang berada di Kabupaten Bojonegoro.

"Termasuk menanyakan bahwa paska pengembangan lapangan Banyuurip selesai, sekitar 20 ribu pekerja akan kehilangan pekerjaan meskipun tidak langsung drastis," terangnya.

Sehingga kegelisahan ini semakin menjadi, karena para pekerja berharap dapat segera bekerja kembali pada proyek tersebut, namun hingga kini proses operasi belum kunjung dimulai. "Meningkatnya jumlah pengangguran ini menimbulkan dampak melemahnya perekonomian masyarakat dan juga dampak sosial seperti meningkatnya angka kriminalitas," jelasnya.

Ditambahkan, meskipun dari pertemuan hari ini tidak semua pertanyaan terjawab sehingga diusulkan untuk mengagendakan rapat kembali dengan mengundang pihak terkait seperti SKK Migas selaku operator serta Pertamina. "Sebetulnya kami berharap mendapatkan jadwal atau rencana operasi sehingga dapat menyampaikan kepada masyarakat yang menunggu tetapi pihak kementrian ESDM belum mengetahui secara pasti dan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan SKK Migas," pungkasnya.[zid/ito]

Tag : kunker, komisi c, dprd, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat