16:00 . Dinas Perdagangan Wacanakan Pembuatan Kartu Penerima Elpiji Bersubsidi   |   15:00 . Kurangi Risiko Longsor, Kodim Dan Pemkab Tanam Rumput Vetiver   |   12:00 . Harga Bawang Putih Merangkak Naik, Cabai Berangsur Turun   |   11:00 . Sumur KWG-PWA1 Ditargetkan Produksi 150 Barrel Minyak Per Hari   |   10:00 . Pertamina EP Syukuran Tajak Sumur KWG PWA-1 di Trembes   |   09:00 . Intip Cerita Pemuda Bojonegoro Buat Sepeda Listrik   |   08:00 . Pertamina Group Jadi Mitra Terbaik PWI Tuban   |   07:00 . Anak Balita Tidak Mau Tidur Siang, Orang Tua Harus Bagaimana?   |   17:00 . TNI Bojonegoro Bekali Siswa SMKN Kasiman Kedisiplinan dan Wasbang   |   15:00 . Mengasyikan Anak-Anak TK Ini Bermain Sambil Belajar Budidaya Ikan   |   14:00 . Kemenag Ajukan Pembuatan Visa Jemaah Haji ke Surabaya   |   13:00 . Begini Tanggapan Warga Terkait Sensus Penduduk Online 2020   |   12:00 . Ada 10 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Bojonegoro   |   11:00 . Dishub Targetkan Rp31 Miliar dari Parkir Berlangganan 2020   |   10:00 . 501 Pendekar Se-Jawa Timur Ikuti Kejuaraan Rektor Unigoro   |  
Thu, 27 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 07 April 2018 13:00

Nikmatnya Beraneka Getuk Campur di Pasar Kota

Nikmatnya Beraneka Getuk Campur di Pasar Kota

Kontributor: Apriani

blokBojonegoro.com -
Hampir setiap hari, sekitar pukul 15.00 WIB, para pedagang di pasar sore Kota Bojonegoro, mulai bersiap-siap untuk berjualan. Hiruk pikuk para pedagang dan lalu lalang para pengguna jalan menjadi pemandangan yang elok setiap sore di pasar tersebut.

Meski zaman sudah semakin berkembang, penjual jajanan tradisional juga masih ada, yaitu jajan tradisional getuk campur, dan salah satu penjual yang masih bertahan adalah Jumiati.

"Sudah sekitar sembilan tahun, dulu banyak yang jualan tapi sekarang tinggal dua saja yang jualan di sini," tutur Yu Jum, sapaan akrabnya kepada blokBojonegoro.com.

Dalam pembuatan getuk campur, bahan baku utama yang digunakan adalah singkong, yang kemudian dicampur dengan tepung. Untuk pembuatannya, biasa satu karung singkong berisi sekitar 60 kilogram, kemudian digunakan untuk dua kali pembuatan. Getuk campur ini ada beraneka ragam isi getuknya, ada getuk lindri, gethuk kuning, mata sapi, saplak, tiwul, cetot, sredek, klepon, jongkong, lepet, dan pleret.

"Selera konsumen beda-beda, kadang ada yang suka campur semua, ada yang suka pilih-pilih, dan untuk penyajiannya ditaburi kelapa parut dan air gula," terang wanita dua anak tersebut.

Dari beraneka ragam getuk campur memiliki rasa yang berbeda-beda, seperti halnya getuk lindri, yang memiliki rasa manis. Kemudian klepon, berwarna hijau berbentuk seperti bola namun didalamnya diisi dengan gula merah, jadi saat klepon digigit akan terasa manis gula merah. Dan getuk kuning yang memiliki rasa gurih.

Sedangkan untuk harga bervariasi, biasanya ia menawarkan dengan harga Rp10.000 per tiga bungkus dengan pilihan isi getuk sesuai selera. "Kadang ada yang beli Rp5.000 tetap saya layani, jadi untuk pembelian terserah konsumen mau beli berapa," tutup wanita asal Parengan, Tuban. [ani/ito]

Tag : getuk, bojongoro, pasar


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat