20:00 . Meningkat, Tahun 2019 Ada 3.223 Perkara di Pengadilan Agama   |   19:00 . EMCL dan Eksekutif-Legislatif   |   18:00 . EMCL Gelar Lokakarya Bareng Eksekutif dan Legislatif   |   17:00 . Kementrian ESDM Jelaskan Mekanisme Lifting   |   16:00 . IKIP PGRI Bojonegoro Jalin Kerjasama dengan Kemenag Bojonegoro   |   15:00 . Bruak....! Truk Tabrak Pohon   |   14:00 . Warga Resah Marak Tambang Pasir Liar di Bantaran Bengawan Solo   |   13:00 . Jalan Ditutup Pohon Roboh Karena Ditabrak Truk   |   12:00 . Diduga Ngantuk, Truk Hantam Pohon Sampai Roboh   |   10:00 . Ajak Siswa Membaca di Era Teknologi Informasi   |   09:00 . Gotong Royong Perkuat Persatuan Bangsa   |   08:00 . Tawarkan Kredit Rahn Tasjiliy, Pegadaian Bojonegoro Diserbu Petani   |   07:00 . Jenis Nasi yang Baik Dikonsumsi Penderita Diabetes   |   06:00 . Inilah Syarat Gadai Tanah di Pegadaian   |   23:00 . DPRD Bojonegoro Gelar FGD Bahas Tiga Raperda   |  
Fri, 06 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 22 June 2018 18:00

Peserta Jamkesda Akan Terintegrasi dengan BPJS Kesehatan

Peserta Jamkesda Akan Terintegrasi dengan BPJS Kesehatan

Reporter: M Safuan 
 
blokBojonegoro.com - Sebagai upaya memberikan jaminan kesehatan yang optimal bagi masyarakat Bojonegoro, Pemerintah Kabupaten Bojonegioro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro membuat kebijakan mengintegrasikan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
 
Integrasi itu, guna meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin Bojonegoro karena dengan BPJS masyarakat dapat memperoleh fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai wilayah di Indonesia.
 
Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiarti mengatakan berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) bahwa masyarakat miskin Bojonegoro sebanyak 525.525 jiwa. Data itu berdasarkan data pada tahu 2015 lalu.
 
"Namun saat ini, masyarakat miskin Bojonegoro yang belum mendapatkan Kartu KIS sebanyak 163.190 jiwa," tambah Ninik sapaan akrabnya.
 
Ninik menjelaskan, Dana Jamkesda tahun 2017 yang tersedia sebesar 68.427.233.191 dan terserap 65.628.078.027 yang digunakan untuk membiayai pelayanan kesehatan di 3 Rumah Sakit milik Pemerintah Daerah. Sedangkan  untuk pelayanan kesehatan di Puskesmas sebesar 11.744.751.424.
 
Pada masa transisi ini Pemkab Bojonegoro tetap menyediakan anggaran Jamkesda bagi masyarakat miskin yang belum terintegrasi atau terdaftar ke BPJS, namun ke depan seluruh masyarakat miskin Bojonegoro tetap mendapatkan perlindungan Pelayanan Kesehatan secara gratis.
 
Dengan mengintegrasi ke BPJS dirasa lebih tepat sasaran dan dapat juga berdampak pada efisiensi APBD Bojonegoro sendiri yakni sebesar 33.311.790.027. Oleh karena itu, kedepan seluruh masyarakat Bojonegoro akan terintegrasi dengan BPJS kesehatan yakni dengan memegang Kartu Indonesia Sehat (KIS).
 
"Karena program tersebut juga sesuai dengan program Nawacita yang telah dicanangkan oleh Presiden RI Djoko Widodo," tandas Ninik kepada blokBojonegoro.com. [saf/lis]

Tag : Jamkesda, BPJS, dinas


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 01 December 2019 17:00

    Pegawai Kemenag yang Hobi Pertanian (2)

    Demi Kesehatan Orang Tuanya, M. Nafi' Tanam Padi Organik

    Demi Kesehatan Orang Tuanya, M. Nafi' Tanam Padi Organik - Di dalam kehidupanya manusia tidak bisa terlepas dari sektor pertanian, baik secara langsung atau tidak. Produksi pertanian dengan arti luas merupakan kebutuhan primer yang mereka konsumsi sehari-hari....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat