09:00 . Dakwah Islam Indonesia: Merangkul Bukan Memukul (Munas X MUI 2020)   |   08:00 . Indonesia Berpengalaman dan Siap Distribusi Vaksin Sampai ke Pelosok   |   07:00 . Nyeri Haid Hilang Setelah Menikah, Mitos atau Fakta?   |   06:00 . Ayo Warga Jatim Jangan Lengah Lur.....   |   20:00 . UPDATE Perkembangan Penanganan Covid-19 Indonesia   |   19:00 . Optimisme Pendidik di Tengah Tantangan Pandemi Covid-19   |   18:00 . Pembelajaran di Tengah Pandemi Covid, Pemkab Semangati Guru   |   17:00 . Vaksin Upaya Serius Negara Melindungi Masyarakat   |   16:00 . 36 Pelanggar Prokes di Ngasem Diberikan Sanksi Sosial   |   15:00 . Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang   |   14:00 . Masih Muda, Mahasiswi Ini Semangat Berwirausaha   |   13:00 . Kapan Anak Harus Pakai Masker?   |   12:00 . Hari Guru Nasional: Garda Guru Perangi Covid-19   |   11:00 . Peran Remaja Masjid Era Milenial   |   10:00 . 5 Hal yang Harus Dihindari saat Pakai Masker   |  
Fri, 27 November 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 31 August 2018 07:00

Keluarga Pengaruhi Tingkat Kepuasan Hidup

Keluarga Pengaruhi Tingkat Kepuasan Hidup

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Kepuasan hidup merupakan salah satu indikator kebahagiaan. Ada orang yang sudah mencapainya di usia muda, tapi tak sedikit orang yang sampai usia senja merasa belum memiliki kepuasan hidup.

Psikolog Intan Erlita mengungkapkan, kepuasan hidup tercapai saat seseorang menikmati setiap pengalaman dalam hidupnya dan tak memiliki masalah.

"Nah keluarga merupakan salah satu faktor pendukung yang penting," kata Intan dalam acara diskusi yang digelar oleh Sun Life Financial, di Jakarta, Kamis (30/8).

Peran keluarga penting karena merupakan bagian inti dan terdekat selama kehidupan. Keluarga di sini tidak terbatas suami-istri atau anak, tapi juga orangtua dan orang-orang terdekat dalam lingkup keluarga.

Setidaknya ada dua komponen untuk mencapai keluarga ideal demi meningkatkan kepuasan hidup.

Komponen pertama, kata Intan, adalah komunikasi. Tolak ukur dari komunikasi baik dalam keluarga adalah tidak tercipta perasaan takut saat berkomunikasi.

Dia mencontohkan seorang ayah yang tidak memposisikan diri galak, sehingga membuat anak tak takut untuk menyampaikan sesuatu.

Contoh lain berupa komunikasi antara suami dan istri, di mana harus saling terbuka satu sama lain tanpa ada kecemasan bisa membuat pihak lain tersinggung.

Komponen kedua, kata Intan, adalah kebersamaan. Dalam keluarga, perlu setidaknya momen kebersamaan yang selama ini kita sebuat quality time.

Setiap keluarga perlu setidaknya satu minggu sekali untuk momen kebersamaan itu.

"Jika dua komponen itu terpenuhi, niscaya akan menghasilkan keluarga harmonis dan mencapai kepuasan hidup," ungkap Intan.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 26 November 2020 15:00

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan Keluarga besar Blok Media Group (BMG). Personil dari Blok Multimedia (anak perusahaan BMG), M. Tholibin resmi melepas masa lajangnya setelah menyunting pujaan hatinya, Siti Muza'roah....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat