18:00 . Ribuan Kuntul Putar-Putar Cari Rumah   |   17:00 . PCNU Siapkan Strategi Tanggulangi Bencana   |   14:00 . Di Bojonegoro, Lulusan PGMI Tak Bisa Daftar CPNS   |   13:00 . Menarik Mocaf Produk Disabel dan Eksotis Waduk Bendo   |   12:00 . Job Fair di IKIP PGRI Bojonegoro, Buka 7.000 Peluang Kerja   |   11:00 . Eksotis Waduk Grobogan   |   10:00 . Dari Dunia Modeling, Kenalkan Tengul di Event Wajah Pesona Indonesia   |   09:00 . Bupati-Menhub Sepakat untuk Mudahkan Transportasi di Bojonegoro   |   08:00 . 5 Hari Dibuka, 830 Peserta CPNS Sudah Daftar   |   07:00 . Istri Malas Berhubungan Intim, Bisa Jadi Karena 5 Hal ini   |   17:00 . Dana Tak Terduga untuk Bantuan Bencana Rp1,3 M   |   16:00 . Rp750 Juta, Disperta Buat Sumur Bor di 5 Titik Tahun 2020   |   15:00 . EMCL Gelar Seminar Pemanfaatan Platform Berita Digital Kepada PBG Tuban   |   14:00 . Setelah Turun, Harga Cabai Mulai Naik   |   12:00 . Siswi SMKN I Sabet Juara Lomba Desain Batik Bengawan dan Kayangan Api   |  
Sun, 17 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 07 September 2018 15:00

Ha ...!!! Selama 8 Bulan, Cerai Gugat Capai 1.179

Ha ...!!! Selama 8 Bulan, Cerai Gugat Capai 1.179

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Kasus perceraian di Kabupaten Bojonegoro kian marak. Bahkan, dalam kurun waktu 8 bulan yaitu Januari-Agustus 2018 perceraian 1.716 kasus.

"Paling banyak cerai gugat yaitu 1179," kata Kepala Penitera Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro, Sholikin Jamik kepada blokBojonegoro.com, Jumat (7/9/2018).

Cerai gugat sendiri, lanjut dia, adalah permintaan (cerai) dari seorang istri kepada suami. Sedangkan, cerai talak atau cerai yang dijatuhkan oleh suami adalah sebanyak 537 kasus.

Menurutnya, perkara cerai gugat setiap bulannya di PA Bojonegoro berjumlah 100 perkara lebih. Hal ini, kata Jamik, biasanya disebabkan, karena ketidakpuasan dalam rumah tangga.

"Baik itu ketidak puasan terkait ekonomi, nafkah batin, dan lainnya. Tapi ada juga faktor orang ketiga atau perselingkuhan," beber alumni Universitas Muhammadiyah Surabaya itu.

Kasus perceraian sendiri lanjut Jamik, merupakan perkara tertinggi di PA Bojonegoro dibanding kasus lainnya. Oleh karenannya hal itu membuat lembaga PA tersebut seolah-olah menangani kasus cerai saja.

"Padahal tidak demikian, yang ditangani PA bermacam-macam," ujarnya. [top/lis]

Tag : cerai, gugat

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat