15:00 . Jajanan Khas Kampung Ini Tembus Pasaran Luar Kota   |   13:00 . H-10 Pengerjaan dan Material Proyek Jalan Nasional Sudah Bersih   |   12:00 . Kapolres Cek Jalan Nasional Jelang Arus Mudik Lebaran   |   11:00 . Pengamanan Hasil Pemilu, 400 Aparat Gabungan Disiapkan   |   10:00 . Puasa Ramadan, Peserta Upacara Harkitnas Mengeluh Pusing Dan Mual   |   08:00 . Tes Wawancara, Tentukan 10 Nama Calon KPU   |   07:00 . Tips Mengurangi Bau Mulut di Saat Puasa   |   22:00 . Antisipasi Aksi 22 Mei, Polres Bojonegoro Siaga di Stasiun   |   21:00 . Gandeng Pemuda NU, Ahbabul Musthofa Tebar Ta'jil di Kedungadem   |   20:00 . PC IPNU IPPNU Bojonegoro Ngaos Administrasi   |   19:30 . Baksos Ramadan dan Parenting Connection JCI Bojonegoro   |   19:00 . Viking Bojonegoro Bagi Takjil dan Santunan Anak Yatim   |   18:30 . Bersama Komunitas Offroad, Kapolres Bojonegoro Bagi Takjil   |   18:00 . Bedah Keorganisasian, Tingkatkan Keterampilan Kader Jalankan SOP   |   17:00 . Pentingnya Pendidikan Agama untuk Anak   |  
Mon, 20 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 02 October 2018 17:00

Musim Kemarau, 17.547 Hektar Lahan Pertanian Bero

Musim Kemarau, 17.547 Hektar Lahan Pertanian Bero

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Musim kemarau tahun ini, membuat petani Bojonegoro harus merelakan lahan pertanian dibiarkan tidak ditanami (bero). Bahkan lahan bero tersebut totalnya mencapai 17 ribu hektar lebih yang tersebar di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

"Total 17.547 ribu hektar lahan pertanian yang bero," kata Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, Zaenal Fanani.

Zaenal mengungkapkan, lahan pertanian yang bero atau kering ini dipicu, salah satunya karena faktor kandungan tanah C organik pertanian di Bojonegoro kian tak sesuai yakni di bawah 1 persen padahal, kandungan C Organik idealnya minimal 5 persen.

"Sehingga tanah pertanian kini, kurang bisa menyimpan kandungan air," beber Zaenal.

Dari data yang diperoleh blokBojonegoro.com lahan pertanian yang bero atau mengalami kekeringan yang paling luas ada di Kecamatan Kedungadem yakni 4.628 hektar dan Kecamatan Dander yakni seluas 3.433 hektar, Purwosari 2.018 hektar dan beberapa kecamatan lainnya.

Disperta Bojonegoro memprediksi kondisi kekeringan akan berakhir pada bulan November mendatang, bahkan pada bulan itu para petani diprediksi sudah bisa melakukan masa tanam pertama usai musim kemarau.

"Diperkirakan masa tanam petani dilakukan pada bulan November mendatang," imbuhnya. [saf/ito]

Tag : Lahan, pertanian, Bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat