15:00 . Jajanan Khas Kampung Ini Tembus Pasaran Luar Kota   |   13:00 . H-10 Pengerjaan dan Material Proyek Jalan Nasional Sudah Bersih   |   12:00 . Kapolres Cek Jalan Nasional Jelang Arus Mudik Lebaran   |   11:00 . Pengamanan Hasil Pemilu, 400 Aparat Gabungan Disiapkan   |   10:00 . Puasa Ramadan, Peserta Upacara Harkitnas Mengeluh Pusing Dan Mual   |   08:00 . Tes Wawancara, Tentukan 10 Nama Calon KPU   |   07:00 . Tips Mengurangi Bau Mulut di Saat Puasa   |   22:00 . Antisipasi Aksi 22 Mei, Polres Bojonegoro Siaga di Stasiun   |   21:00 . Gandeng Pemuda NU, Ahbabul Musthofa Tebar Ta'jil di Kedungadem   |   20:00 . PC IPNU IPPNU Bojonegoro Ngaos Administrasi   |   19:30 . Baksos Ramadan dan Parenting Connection JCI Bojonegoro   |   19:00 . Viking Bojonegoro Bagi Takjil dan Santunan Anak Yatim   |   18:30 . Bersama Komunitas Offroad, Kapolres Bojonegoro Bagi Takjil   |   18:00 . Bedah Keorganisasian, Tingkatkan Keterampilan Kader Jalankan SOP   |   17:00 . Pentingnya Pendidikan Agama untuk Anak   |  
Mon, 20 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 03 October 2018 19:00

150 Hektar Sawah di Balen Jadi Percontohan Tanaman Sehat

150 Hektar Sawah di Balen Jadi Percontohan Tanaman Sehat

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Petani Bojonegoro saat tanam memang banyak menggunakan pupuk yang mengandung bahan kimia, sehingga unsur tanah pertanian itu kurang mengandung C organik. Oleh karenanya, Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, menghimbau petani Bojonegoro untuk menanam tanaman sehat yang tidak banyak mengandung bahan kimia di antaranya 3 desa yang telah melakukan hal itu sebagai projek percontohan bagi petani lain.

"Total luas lahan pertanian yang dijadikan projek tanaman sehat yakni 150 hektar yang ada di 3 desa yakni Sekaran, Kedungdowo dan Sarirejo semuanya ada di Kecamatan Balen," ungkap Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Disperta Bojonegoro, Zaenal Fanani.

Menurutnya dengan dijadikan 3 desa sebagai pilot projek tanaman sehat nantinya petani bisa ikut menanam tanaman sehat tersebut di mana dalam pengolahannya petani tidak banyak menggunakan bahan kimia, bahkan lebih memilih gunakan pupuk kandang sebagai penyubur tanah dan tanaman dan kandungan tanaman juga lebih efisien kandungan organiknya.

"Saat ini kandungan tanah C organik kurang 1 persen padahal idealnya kandungan dalam tanah C organik itu mencapai 5 persen lebih," beber Zaenal kepada blokBojonegoro.com

Pria yang akrab disapa Zaenal menambahkan dengan menggunakan pupuk kandang maupun pupuk organik bisa menyimpan kandungan air bahkan unsur hara yang banyak, sehingga bisa membuat tanaman subur dan hasil panennyapun berlimpah.

"Selisih hasil panenan menggunakan bahan organik bisa lebih banyak 1 ton," terangnya kepada blokBojonegoro.com

Dipilihnya 3 desa percontohan tanaman sehat itu, dikarenakan lahan pertanian desa tersebut keberadaannya dekat dengan bantaran Bengawan Solo, sehingga pengairan untuk sawah tersebut harus mencukupi.[saf/ito]

Tag : lahan, pertanian, balen, sekaran, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat