20:00 . Pasca Pemilu, Kapolres Himbau Jangan Ada Pawai   |   19:00 . Jokowi-Amin Menang 67 Persen di Bojonegoro   |   18:00 . Meski Surat Suara Tertukar, KPU Mengklaim Tidak Ada PSU   |   17:00 . Evakuasi Korban, Jalan Raya Macet Cukup Panjang   |   16:00 . Avanza Vs Truk di Margomulyo, 2 Mobil Ringsek   |   15:00 . Triwulan Pertama, Ada 850 Klaim Asuransi ke Jasa Raharja   |   14:00 . SMPN 1 Kapas Kembali Rebut Juara Pencak Silat O2SN   |   12:00 . Saat Pemungutan Suara, Tiga TPS Surat Suaranya Tertukar   |   09:00 . Panitia Gandeng Mahasiswa dan Komunitas, Ini Alasannya?   |   08:00 . Rayakan Hari Jadi, AMSI Gelar Kontes Jurnalistik dan Seminar Anti Hoax   |   07:00 . Kurang Percaya Diri dalam Memimpin? Pastikan Anda Menerapkan 5 Hal Ini   |   22:00 . Akses Menuju 5 TPS di Bojonegoro Putus Akibat Banjir Bandang   |   21:30 . [Cek Fakta] Nenek Bawa Surat Undangan Kenduri ke TPS di Bojonegoro   |   20:00 . Libur Nasional, Pengunjung WWG Meningkat   |   19:00 . Pelaku Serangan Fajar Ditangkap   |  
Thu, 18 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 28 October 2018 08:00

Refleksi 90 Tahun Sumpah Pemuda

Bahasa Pemersatu, Bahasa Indonesia

Bahasa Pemersatu, Bahasa Indonesia

Oleh: Zainul Muttakin*

Barangkali masih terbesit di benak Bangsa Indonesia, sebait ikrar yang dibumikan oleh putra-putri terbaiknya 90 tahun silam. Tepatnya pada unsur ke tiga putusan sumpah pemuda yang bunyinya, “Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia”.  Maka seiring dengan lahirnya Indonesia sebagai sebuah bangsa, Oktober juga dicatat sebagai bulan dikukuhkannya bahasa bangsanya, serta secara turun-temurun dirayakan sebagai Bulan Bahasa.

Bangsa Indonesia adalah bangsa bilingual atau multilingual. Menurut Peta Bahasa Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 2008, Bahasa Indonesia diketahui telah menyatukan 1,25 juta jiwa penduduk yang di dalamnya terdapat 442 bahasa daerah.

Orang Indonesia pada umumnya mampu menuturkan salah satu bahasa daerah. Sebagian orang juga berbahasa Inggris dan bahasa pengantar Kitab Suci dari agama yang dipeluknya, seperti Bahasa Arab bagi muslim atau Sanskerta bagi Umat Hindu dan Budha.

Sebagaimana bahasa secara umum, Bahasa Indonesia bukanlah sistem yang monolitik melainkan sistem yang terdiri dari banyak ragam. Hymes dalam Ethnography of Speaking (1962) merumuskan delapan komponen komunikasi yang mempengaruhi ragam atau perbedaan-perbedaan kebahasaan. Dua di antaranya yang sangat berpengaruh ialah tujuan tutur (ends) dan pokok tuturan (act squence).

Tujuan tutur yang hendak dicapai secara sederhana terbagi atas sekadar menyampaikan informasi atau untuk mempengaruhi mitra tutur. Sedangkan pokok tuturan yang hendak dikomunikasikan merupakan bentuk pikiran, perasaan, keinginan, keluhan, makian dan lain sebagainya.

Menelisik kembali pasca dua puluh tahun Kebangkitan Nasional atau peristiwa lahirnya Budi Utomo, Sumpah Pemuda (28/10/1928) merumuskan bahasa Melayu sebagai bahasa pemersatu (lingua franca) bernama Bahasa Indonesia. Boleh dikatakan, unsur ke tiga putusan Sumpah Pemuda memiliki pokok tuturan berupa gagasan, yakni melancarkan penyatuan masyarakat Nusantara yang majemuk guna melahirkan sebuah entitas baru bernama Bangsa Indonesia.

Lebih jauh lagi, Bahasa Indonesia dicita-citakan kelak menjadi Bahasa Nasional atas Negaranya yang merdeka dan berdaulat. Sedangkan tujuan tuturnya adalah mempengaruhi masyarakat Nusantara (khususnya kaum intelegensia bumiputera) agar memakai Bahasa Indonesia sebagai penanda identitas barunya yang satu (Bangsa Indonesia).

Sejak saat itu, Bahasa Indonesia ramai dipakai dalam menyebarkan nasionalisme hingga propaganda politik berupa sulutan untuk berjuang menghapus penjajahan atas tanah airnya. Sampai pada diterbitkannya UUD 1945 (18/8/1945), Bahasa Indonesia akhirnya ditetapkan sebagai Bahasa Negara Republik Indonesia.

Terbentang hampir seabad pascakelahirannya. Pamor Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu seakan tersungkur. Bangsa ini kini dihadapkan pada realitas kepiawaian berbahasa secara efektif (retorika) yang kerap membawa petaka. Memang kata adalah senjata, tetapi kebijaksanaan menyikapi tantangan hidup berbangsa entah mengungsi kemana, yang seringkali tampak hanya keculasan.

Kita semua adalah para pemangku kepentingan (politik, kerohanian, dagang, dll) yang senang beradu retorika membabi buta. Menenteng kata-kata, bertempur tak kenal uzur, berjuang demi golongan dan perorangan. Bak algojo, para retoris saling serang dengan makian, peremehan, adu domba, ancaman, fitnah dan lain sebagainya. Korban-korban dari kalangan para tuan dan nyonya mau pun orang biasa berjatuhan tak terhitung banyaknya.

Sepatutya bangsa ini jengah dan gelisah. Seyogyanya muncul pokok-pokok tuturan yang diharapkan mampu mereduksi kesalahgunaan retorika. Sekurang-kurangnya pada domain (ranah pemakaian bahasa) komunikasi publik (pidato, konferensi pers, ceramah, dll) dan komunikasi massa (media massa dan sosial media).

*Penulis adalah penggiat Aksaraya

Tag : sumpah, pemuda, bahasa

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more