18:00 . BPK Nilai WTP Laporan Keuangan Bojonegoro   |   17:30 . Cegah Pendangkalan, 6 Kali Dinormalisasi   |   17:00 . Al-Quran Obat Segala Penyakit   |   16:30 . Kick Off 27 Juli, Persibo Jumpa PSM Madiun   |   16:00 . Pastikan Ikut Kompetisi, Bojonegoro FC Seleksi Setelah Lebaran   |   15:00 . Polres Bojonegoro Sidak di Pasar Kota   |   14:00 . Banyak Reseller Geliat Pakaian Bekas di Bojonegoro   |   13:00 . Bulan Mei: Hari Buku dan Kebangkitan Pendidikan di Bojonegoro dan Tuban   |   12:00 . 403 Bakal Calon Kepala Desa Berebut Kursi   |   10:00 . Kapolres: Tidak Ada Warga yang Berangkat ke Jakarta   |   09:00 . Kejar Target Drilling 2019, Pertamina EP Cepu Lakukan Sinergi dengan PDSI   |   08:00 . BEDUK, Cara Pertamina Berbagi Bareng UKM, Komunitas dan Hiswana Migas   |   07:00 . Selain Makanan, Ini Faktor yang Pengaruhi Pencernaan   |   23:00 . Dua Warga Bojonegoro Terima Santunan dan Piagam Penghargaan dari Gubernur   |   22:30 . 2 Warga Bojonegoro Terima Santunan dari Gubernur   |  
Tue, 21 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 01 November 2018 19:00

Minimalisir Perceraian, Kemenag Sosialisasikan Bimbingan Perkawinan Pranikah

Minimalisir Perceraian, Kemenag Sosialisasikan Bimbingan Perkawinan Pranikah

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Guna menekan angka perceraian, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro adakan Sosialisasi Bimbingan Perkawinan Pra Nikah bagi pemuda usia nikah dengan bertempat di Aula Sekolah Tinggi Agama Islam (Stai) ATTANWIR, Talun, Sumberrejo, Kamis (1/11/2018).

Para peserta sendiri, terdiri dari gabungan seluruh semester dari Kampus yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren ATTANWIR tersebut, dengan diikuti oleh 150 mahasiswa.

"Kami melakukan sosialisasi kepada seluruh anak muda (Mahasiswa) agar mereka mampu membentuk karakter remaja agar mampu mandiri saat sudah memutuskan untuk berumah tangga," ungkap Ketua Kemenag Bojonegoro, Muhammad Syamsuri.

Dalam sosialisasinya, Syamsuri menjelaskan pendidikan pra nikah sangat penting disampaikan kepada kaum muda sebelum memasuki masa pernikahah. Sebab, jika pemuda bisa faham dan meminimalisir kekurangan tersebut, tentunya bisa membentuk rumah tangga yang yang diinginkan yaitu sakinah, mawaddah dan warohmah.

Tujuan dari sosialisasi pendidikan pra nikah sendiri juga bertujuan untuk mengantisipasi permasalahan yang kurang baik seperti gagalnya membentuk keluarga bahagia dan sejahtera. Serta, memberikan pengertian dan pemahaman yang baik tentang essestensi pernikahan untuk membentuk keluarga bahagia dan sejahtera, memberikan solusi alternatif dari kondisi yang rapuh dan rentannya rumah tangga yang berujung perceraian.

"Upaya ini juga bermanfaat untuk pemuda agar merencanakan keluarga yang baik dan berkualitas," lanjut Syamsuri.

Sementara itu, salah satu mahasiswa, M. Abid Amrullah, sangat megapresiasi adanya bimbingan tersebut. Pasalnya bisa dipakai bekal untuk menciptakan generasi muda yang berprestasi dan tentunya dengan harapan memiliki keluarga yang sakinah.

"Usia muda memang usia yang bergejolak dan riskan dengan hal-hal yang negatif. Maka disini memang sangat perlu pengawasan dan bimbingan," tutup mahasiswa semester 3 dari Progam Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) ini.[din/lis]

 

Tag : nikah, keluarga, sosialisasi

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat