15:00 . 112 Santri Lirboyo Kediri Pulang Kampung   |   14:00 . Pemuda Kedungadem, Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Rumahnya   |   13:00 . Tingkatkan Stok Darah, PMI Bojonegoro Beri Paket Sembako Bagi Pendonor   |   12:00 . Hujan dan Derasnya Air Kali Kedung, Jembatan di Kedungbondo Ambrol   |   11:00 . Kabar Baik, ODP di Bojonegoro Tinggal 44 Orang   |   10:00 . Perjalanan Kereta Dikurangi, Ramai-ramai Batalkan Tiket   |   09:00 . Lawan Corona, Fatayat NU Kanor Khotmil Quran Online   |   08:00 . Pelantikan Kades Digelar Online   |   07:00 . Kehabisan Masker Sekali Pakai, Bolehkah Pakaikan Anak Masker Kain?   |   06:00 . Perjalanan Kereta Dikurangi, Ribuan Tiket Dibatalkan   |   22:00 . DPRD Pertanyakan Kesiapan Dinkes Tanggulangi Corona   |   21:00 . Gerakan #DiRumahAja Cenderung Setengah Hati, ini yang Bisa Dilakukan   |   20:00 . Sejumlah Komoditi Alami Penurunan Harga, ini Sebabnya   |   19:00 . Respon Instruksi Bupati, Pertamina EP Asset 4 Salurkan Bantuan ke Dinkes   |   18:00 . Gedung Pusdiklat Dander Bakal Jadi Rumah Sakit Sementara   |  
Tue, 31 March 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 17 December 2018 21:00

Salah Teknis, 79 Madin Terancam Gagal Terima Bantuan

Salah Teknis, 79 Madin Terancam Gagal Terima Bantuan

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Dari Ratusan Madrasah Diniyah (Madin) yang rencananya akan mendapat Bantuan Penyelenggara Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) anggaran tahun 2018 ini, ada 79 Madin terancam gagal menerima bantuan karena ada kesalahan teknis saat melengkapi berkas.

"Total penerima bantuan itu ada sebanyak 928 lembaga madin, namun dari total itu 79 lembaga belum lolos administrasi," kata Kasubag Program dan Pelaporan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, Agus Ansori.

Menurut Agus, dana tersebut belum bisa cair karena di BPKAD Bojonegoro ada data penerima bantuan yang tidak sesuai.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kasi Pontren, Kemenag Bojonegoro, M. Abdulloh Hafidz membenarkan jika ada 79 lembaga madin yang mengalami kendala teknis, sehingga terancam tidak bisa mencairkan bantuan, dan ia juga menyayangkan hal tersebut.

"Itukan hanya persoalan teknis penulisan, mestinya pihak BPKAD memberikan solusi agar bantuan itu bisa cair," keluh Hafidz.

Pihak Disdik dan Kemenag Bojonegoro tetap akan terus mengupayakan agar semua madin bisa mendapatkan bantuan.
"Namun kebijakan pencairan itu tetap di pihak BPKAD," ungkapnya.

Menurut informasi, puluhan lembaga madin dalam waktu dekat ini akan menemui bupati untuk mengadukan permasalahan tersebut. Dengan harapan ada solusi dan bantuan itu bisa cair sebelum akhir Desember 2018.

"Ya semoga permasalahan ini segera mendapat solusi," tutup Hafidz kepada blokBojonegoro.com. [saf/mu]

Tag : bantuan madin, dana madin, madin, madrasah diniyah


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat