20:00 . Tembus 1 Juta, Kasus Covid Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara   |   19:00 . Polres Bojonegoro Kawal 3.680 Vial Vaksin Covid-19   |   18:00 . Rektor UNUGIRI Resmi Dilantik Ketum PBNU Secara Virtual   |   17:00 . Polres Bojonegoro Amankan Pelaku Pembalakan Liar   |   16:00 . BPBD Laksanakan Kegiatan Edukasi Bencana Banjir dan Penyerahan Sembako   |   15:00 . IPNU IPPNU Gayam beserta FPKT Bahu Membahu Tanam 1000 Pohon   |   14:00 . BPBD Lakukan Penyemprotan Disinfektan   |   13:00 . Donor Plasma Konvalesen, PMI Bojonegoro Akan Lakukan Rapat Koordinasi   |   12:00 . 37.473 Warga Bojonegoro Terima BST Melalui Kantor Pos   |   11:00 . Dikawal Ketat, Vaksin Sinovac Tiba di Bojonegoro   |   10:00 . Hendak Melawan, Spesialis Pembobol Konter Didor   |   09:00 . Vaksin Sinovac Tiba di Bojonegoro   |   08:00 . Puluhan Ribu Vaksinator Bersiap Jadi Komunikator Andal   |   07:00 . Kesal dengan Suara Dengkuran Pasangan? Coba Lakukan Trik Aneh Ini   |   06:00 . PPKM Diperpanjang Hingga 8 Februari   |  
Wed, 27 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Salah Teknis, 79 Madin Terancam Gagal Terima Bantuan

blokbojonegoro.com | Monday, 17 December 2018 21:00

Salah Teknis, 79 Madin Terancam Gagal Terima Bantuan

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Dari Ratusan Madrasah Diniyah (Madin) yang rencananya akan mendapat Bantuan Penyelenggara Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) anggaran tahun 2018 ini, ada 79 Madin terancam gagal menerima bantuan karena ada kesalahan teknis saat melengkapi berkas.

"Total penerima bantuan itu ada sebanyak 928 lembaga madin, namun dari total itu 79 lembaga belum lolos administrasi," kata Kasubag Program dan Pelaporan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, Agus Ansori.

Menurut Agus, dana tersebut belum bisa cair karena di BPKAD Bojonegoro ada data penerima bantuan yang tidak sesuai.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kasi Pontren, Kemenag Bojonegoro, M. Abdulloh Hafidz membenarkan jika ada 79 lembaga madin yang mengalami kendala teknis, sehingga terancam tidak bisa mencairkan bantuan, dan ia juga menyayangkan hal tersebut.

"Itukan hanya persoalan teknis penulisan, mestinya pihak BPKAD memberikan solusi agar bantuan itu bisa cair," keluh Hafidz.

Pihak Disdik dan Kemenag Bojonegoro tetap akan terus mengupayakan agar semua madin bisa mendapatkan bantuan.
"Namun kebijakan pencairan itu tetap di pihak BPKAD," ungkapnya.

Menurut informasi, puluhan lembaga madin dalam waktu dekat ini akan menemui bupati untuk mengadukan permasalahan tersebut. Dengan harapan ada solusi dan bantuan itu bisa cair sebelum akhir Desember 2018.

"Ya semoga permasalahan ini segera mendapat solusi," tutup Hafidz kepada blokBojonegoro.com. [saf/mu]

Tag : bantuan madin, dana madin, madin, madrasah diniyah


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat