18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |   17:00 . Layanan Solar di Jawa Timur, Pertamina Pastikan Tersedia   |   16:00 . Usaha Keras Potong Pohon yang Tua   |  
Mon, 18 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 08 February 2019 16:00

Akibat Hujan Deras, TPT di Desa Ngambon Rusak

Akibat Hujan Deras, TPT di Desa Ngambon Rusak

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com- Intensitas curah hujan yang tinggi masih terus mengguyur Kabupaten Bojonegoro, sehingga menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) rusak sepanjang 9,5 meter, serta saluran air atau drainase rusak sepanjang 2 meter di Dusun Karang, Desa/Kecamatan Ngambon, Kamis (7/2/2019) malam kemarin.

Menurut Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Bojonegoro, Eko Susanto, selain merusak TPT dan saluran drainase, derasnya air hujan juga mengancam gapura. "Serta jalan poros Kecamatan Ngasem-Ngambon juga terancam tergerus longsoran," katanya.

Dirinya menjelaskan, peristiwa itu terjadi karena hujan yang turun di wilayah tersebut intensitasnya sangat tinggi, sehingga erosi sungai gandong dan erosi permukaan serta kemiringan lereng 75°-90° menyebabkan kondisi tanah mudah tergerus air dan bersifat lepas (endapan alluvial).

"Dengan kondisi itu menyebabkan bangunan yang ada seperti TPT, drainase dan gapura tidak mampu menahan tanah dan air yang banyak akibat hujan, sehingga mendorong dan merusak bangunan di atasnya," tambahnya.

Untuk penanganan darurat, pria yang akrab disapa Eko ini mengungkapkan, lokasi tersebut diberi bronjong untuk penahan tanah atau tebing. "Guna mengamankan jalan poros kecamatan Ngambon-Ngasem yang nantinya ikut berpotensi terkena longsor lanjutan," ucapnya.

Beruntung saat kejadian tidak ada korban jiwa, namun upaya saat ini tengah melakukan pendataan secara detail sekaligus melakukan koordinasi dengan dinas terkait agar bisa secepatnya dilakukan penanganan yang tepat. [saf/mu]

Tag : tpt, ambrol, longsor

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat