17:00 . 15 Menit Lagu Jadi Langsung Record, Video Clip Ambil Konten Lokal   |   16:00 . Siap-siap New Normal, Pondok Pesantren Disterilkan   |   15:00 . Jaga Kebugaran Fisik Atel Latihan Online   |   14:00 . Akhir Pekan, Harga Buyback Emas Merosot Rp16.000   |   13:00 . Disdik Himbau Sekolah Tak Adakan Perpisahan   |   12:00 . 3 Reaktif Rapid Test Pasar Kedungadem, Sugihwaras dan Ngraho   |   11:00 . Bupati Ana Pantau Langsung Rapid Test di Pasar   |   10:00 . Lagi, Pedagang 3 Pasar Tradisonal di Rapid Test   |   09:00 . Mantabkan Ketahanan Pangan, Kodim Bojonegoro Tanam Padi Perdana di lahan Demplot   |   08:00 . Ular Sanca Besar Hebohkan Warga   |   07:00 . Tips buat yang Mulai Tertarik Berkebun di Rumah demi Ketahanan Pangan   |   21:00 . New Normal untuk Pesantren, Begini Kata Wagub Emil   |   20:00 . Merekatkan Persatuan Bangsa, Polisi Kawal Kampung Siaga   |   19:45 . Wagub Jatim Halal Bi Halal dengan AMSI Jatim   |   19:30 . Tambahan 1 Orang Positif Covid-19 dari ODP   |  
Sat, 06 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 08 February 2019 16:00

Akibat Hujan Deras, TPT di Desa Ngambon Rusak

Akibat Hujan Deras, TPT di Desa Ngambon Rusak

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com- Intensitas curah hujan yang tinggi masih terus mengguyur Kabupaten Bojonegoro, sehingga menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) rusak sepanjang 9,5 meter, serta saluran air atau drainase rusak sepanjang 2 meter di Dusun Karang, Desa/Kecamatan Ngambon, Kamis (7/2/2019) malam kemarin.

Menurut Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Bojonegoro, Eko Susanto, selain merusak TPT dan saluran drainase, derasnya air hujan juga mengancam gapura. "Serta jalan poros Kecamatan Ngasem-Ngambon juga terancam tergerus longsoran," katanya.

Dirinya menjelaskan, peristiwa itu terjadi karena hujan yang turun di wilayah tersebut intensitasnya sangat tinggi, sehingga erosi sungai gandong dan erosi permukaan serta kemiringan lereng 75°-90° menyebabkan kondisi tanah mudah tergerus air dan bersifat lepas (endapan alluvial).

"Dengan kondisi itu menyebabkan bangunan yang ada seperti TPT, drainase dan gapura tidak mampu menahan tanah dan air yang banyak akibat hujan, sehingga mendorong dan merusak bangunan di atasnya," tambahnya.

Untuk penanganan darurat, pria yang akrab disapa Eko ini mengungkapkan, lokasi tersebut diberi bronjong untuk penahan tanah atau tebing. "Guna mengamankan jalan poros kecamatan Ngambon-Ngasem yang nantinya ikut berpotensi terkena longsor lanjutan," ucapnya.

Beruntung saat kejadian tidak ada korban jiwa, namun upaya saat ini tengah melakukan pendataan secara detail sekaligus melakukan koordinasi dengan dinas terkait agar bisa secepatnya dilakukan penanganan yang tepat. [saf/mu]

Tag : tpt, ambrol, longsor


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat