Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 09 February 2019 14:00

Waspada Demam Berdarah

Dinkes Anggarkan Rp1,5 M untuk Basmi DB

Dinkes Anggarkan Rp1,5 M untuk Basmi DB

Reporter: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro bakal menambah mesin fogging, bahan kimia dan pupuk untuk menanggulangi penyebaran penyakit Demam Berdarah (DB) di Kota Ledre.

Akibat gigitan nyamuk aedes aegypti ini cukup fatal, maka perlu uapaya pencegahan secara serius oleh pemerintah setempat. Karena itu, tahun ini peralatan yang mendukung upaya pencegahan DB perlu ditambah.

Anggaran belanja nilainya cukup besar, sekitar Rp1,5 miliar lebih (Rp1.512.550.000) anggaran yang bersumber dari Alokasi Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro tahun 2019.

Rinciannya, belanja mesin fogging swimfog sebesar Rp600 juta lebih (Rp624.140.000) dan belanja bahan kimia dan pupuk sebesar Rp800 juta lebih (Rp888.140.000) yang akan dibagikan ke seluruh Puskesmas.

"Tahun ini pengadaan 19 mesin fogging," kata Kadinkes Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, kepada blokBojonegoro.com, Sabtu (9/2/2019).

Ia mengatakan, semua Puskesmas di Kabupaten Bojonegoro sudah memiliki mesin fogging, bahan kimia dan pupuk untuk memberantas persebaran penyakit DB. Namun demikian, harus tetap ditambah.

"Mengingat setahun terakhir penyebaran DB di Bojonegoro cukup mengkhawatirkan," ujarnya menjelaskan.

Terlebih, beberapa waktu lalu Kabupaten Bojonegoro menempati urutan ke tiga kasus 'Kematian Akibat Demam Berdarah' se-Jawa Timur. Ditambah, Januari kemarin ada empat orang meninggal akibat DB.

"Masyarakat Bojonegoro harus tetap waspada," pungkas Kadinkes. [yud/mu]

Tag : dinkes, demam berdarah, dbd

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.



Berita Terkini