19:00 . Orang Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah, Hari ini ada 1 Orang   |   17:00 . 15 Menit Lagu Jadi Langsung Record, Video Clip Ambil Konten Lokal   |   16:00 . Siap-siap New Normal, Pondok Pesantren Disterilkan   |   15:00 . Jaga Kebugaran Fisik Atel Latihan Online   |   14:00 . Akhir Pekan, Harga Buyback Emas Merosot Rp16.000   |   13:00 . Disdik Himbau Sekolah Tak Adakan Perpisahan   |   12:00 . 3 Reaktif Rapid Test Pasar Kedungadem, Sugihwaras dan Ngraho   |   11:00 . Bupati Ana Pantau Langsung Rapid Test di Pasar   |   10:00 . Lagi, Pedagang 3 Pasar Tradisonal di Rapid Test   |   09:00 . Mantabkan Ketahanan Pangan, Kodim Bojonegoro Tanam Padi Perdana di lahan Demplot   |   08:00 . Ular Sanca Besar Hebohkan Warga   |   07:00 . Tips buat yang Mulai Tertarik Berkebun di Rumah demi Ketahanan Pangan   |   21:00 . New Normal untuk Pesantren, Begini Kata Wagub Emil   |   20:00 . Merekatkan Persatuan Bangsa, Polisi Kawal Kampung Siaga   |   19:45 . Wagub Jatim Halal Bi Halal dengan AMSI Jatim   |  
Sat, 06 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 09 February 2019 08:00

Terus Berbenah, Desa Ini Ingin Jadi Desa Wisata

Terus Berbenah, Desa Ini Ingin Jadi Desa Wisata

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Pembangunan yang ada di Desa Pejambon, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, beberapa tahun terakhir ini cukup signifikan, dimulai dari pelebaran jalan dan pembuatan taman, sebagai wisata edukasi bagi anak-anak.

Menurut penjelasan Abdul Rohman, selaku Kepala Desa Pejambon (Kades), hal itu dilakukan agar lebih menarik, sisi jalan didesain sedemikan rupa agar enak untuk dipandang.

"Ada pula spot foto untuk para pengunjung, dan taman bermain untuk anak-anak," terang kades.

Selain itu, setelah taman ini dibuat, juga tentu bisa membuka lapangan usaha baru bagi masyarakat sekitar untuk berjualan.

Untuk fasilitas lain, ada perpustakaan umum di balai desa. Selain itu, masyarakat juga sangat sadar wisata, dimana ada sanggar budaya dan batik printing.

"Untuk kedepanya kita akan merealisasikan Desa Pejambon ini sebagai Desa Wisata," jelas Abdul Rohman.

Terpisah, salah satu warga yang membuka dagangan mengaku senang. "Kalau jualan tidak dikenai biaya, hanya saja ada tagihan listrik sebesar Rp25 ribu, karena mengambil listrik dari balai desa," jelas Fitri salah satu penjual jajanan yang ada di taman Pejambon.

Desa Pejambon sendiri pada 2018 lalu meraih penghargaan sebagai desa terinformatif tingkat Jawa Timur pada ajang PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) Award ke tujuh. PPID Award ini merupakan ajang penghargaan dan apresiasi bagi desa yang telah menerapkan pelayanan informasi dan pengelolaan keuangan desa secara terbuka melalui webdesa.

Bagi Desa Pejambon meraih penghargaan sebagai Desa terinformatif ini yang kali kedua berturut turut tahun 2017 dan 2018. [aim/mu]

Tag : desa pejambon, desa wisata


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat