14:00 . Oktober 2019, Refita Diberangkatkan di Kejurnas   |   13:00 . 524 Siswa SMKN2 Resmi Diwisuda, ini Harapan Para Guru   |   12:00 . Kurang Pagu, PPDB Jalur Offline Dibuka Sehari   |   11:00 . Suami Ketua Ansor, Istri Ketua Fatayat Bersaing di Samberan   |   10:00 . Dari 38, Bojonegoro Peringkat 8 Perolehan Medali   |   09:00 . Bisa Daftar dari Rumah, SMAN 4 Bojonegoro Tetap Buka Layanan   |   08:00 . Sempat Melambung Tinggi, Kini Harga Kencur Anjlok   |   07:00 . Manfaat Menatap Mata Bayi   |   22:00 . Wabup Berharap Santri Bojonegoro Terus Berprestasi   |   21:00 . Aksi Trail Bojonegoro   |   20:00 . Halal Bi Halal ala Rider Trail   |   19:00 . Rider Trail Halal Bi Halal Masuk Hutan   |   18:00 . Pasca Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok Berangsur Turun   |   17:00 . Tahun Ajaran Baru, Pedagang Perlengkapan Sekolah Kebanjiran Pembeli   |   16:00 . Reog Bopo Roso Meriahkan CFD Bojonegoro   |  
Mon, 17 June 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 10 February 2019 10:00

Kekerasan Perempuan dan Anak

Belum Genap 2 Bulan, Sudah Ada 4 Kasus

Belum Genap 2 Bulan, Sudah Ada 4 Kasus ilustrasi: .net

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Maraknya kasus buliying maupun penelantaran ekonomi anak di Bojonegoro masih terjadi. Meski begitu penanganan kasus tersebut langsung bisa diselesaikan baik melalui mediasi maupun pendampingan korban.

Kasi Perlindungan Perempuan dan Anak, DP3AKB Bojonegoro, Suharto menjelaskan, hingga awal Februari ini laporan yang masuk ke pihaknya sudah ada 4 kasus yang meliputi korban buliying, penelantaran ekonomi anak dan perebutan hak asuh anak. "Namun semua kasus tersebut sudah dapat diselesaikan seluruhnya," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Harto mencotohkan kasus buliying itu, terjadi karena sikap anak tersebut kurang bersosialisasi dengan teman, bahkan anak korban buliying itu cenderung pendiam, sehingga saat ada masalah anak tersebut dibuat kambing hitam oleh teman-temannya.

"Saat ini para orang tua atau masyarakat sudah berani melaporkan masalah tersebut ke pihak terkait terlebih lagi di DP3AKB," terang Harto saat ditemui blokBojonegoro.com.

Masih kata Harto, di Bojonegoro sendiri juga sudah ada shelter atau rumah perlindungan bagi korban kekerasan anak di mana nantinya korban rumah akan diiinapkan. Sekaligus guna memberikan pendampingan bagi korban, saat menjalani pemulihan serta mengikuti proses sidang saat kasus itu sudah masuk proses pengadilan.

Oleh karenanya, guna mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Bojonegoro, DP3AKB terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar berani melaporkan bila sekiranya tidak benar menurut orangtua. "Dengan sosialisasi itu, diharapkan kekerasan yang terjadi bisa turun ke depannya," harap Harto. [saf/ito]

Tag : kekerasan, anak, perempuan, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 02 June 2019 08:00

    IPNU-IPPNU Temayang Gelar Grand Finas Festival Oklek

    IPNU-IPPNU Temayang Gelar Grand Finas Festival Oklek Mengambil tema "Pelajar Millineal Menjaga Tradisi Budaya Lokal" Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Temayang gelar grand final Festival Oklek Ke-7,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 24 May 2019 13:00

    Apprentice Program PEPC 2019

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak Beberapa jam lagi menjelang penutupan pendaftaran, jumlah pelamar beasiswa pendidikan diploma guna menjaring Calon Operator Proyek Jambaran-Tiung Biru yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Hingga Jumat (25/4/2019) pagi...

    read more