21:00 . Mahasiswa IKIP Bojonegoro Ciptakan Aplikasi Android untuk Media Pembelajaran   |   20:00 . BPJS Kesehatan Gelar Media Gathering Bersama Awak Media   |   18:00 . Jabat Sebagai Rektor UNUGIRI, Gus Arif Prioritaskan Konsolidasi Internal   |   17:00 . Peduli Korban Longsor, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Berikan Bantuan   |   16:00 . Ini Target Produksi Migas Asset 4 Field Cepu   |   15:00 . Begini Tahapan dan Syarat Menjadi Donor Plasma Konvalesen   |   14:00 . PMI Bojonegoro dan Stakeholder Rakor Terkait Plasma Konvalesen, ini Hasilnya   |   13:00 . Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Bengawan Solo Gendungarum   |   12:00 . Banyak Hoaks Covid-19, Masyarakat Harus Saring Informasi   |   11:00 . Hujan Deras Disertai Angin Sebabkan Banjir dan Kantor Kecamatan Rusak   |   10:00 . Bupati Bojonegoro Lantik 15 Pejabat   |   09:00 . 12 Pejabat Pemkab Bojonegoro akan Divaksin Pertama   |   08:00 . 6 Pegawai Positif, Minggu Depan Pengadilan Agama Tutup   |   07:00 . Gejala dan Tips Cara Mengatasi Pilek pada Bayi   |   06:00 . Sudah Divaksin Tetapi Bisa Positif Covid-19   |  
Thu, 28 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kekerasan Perempuan dan Anak

Belum Genap 2 Bulan, Sudah Ada 4 Kasus

blokbojonegoro.com | Sunday, 10 February 2019 10:00

Belum Genap 2 Bulan, Sudah Ada 4 Kasus ilustrasi: .net

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Maraknya kasus buliying maupun penelantaran ekonomi anak di Bojonegoro masih terjadi. Meski begitu penanganan kasus tersebut langsung bisa diselesaikan baik melalui mediasi maupun pendampingan korban.

Kasi Perlindungan Perempuan dan Anak, DP3AKB Bojonegoro, Suharto menjelaskan, hingga awal Februari ini laporan yang masuk ke pihaknya sudah ada 4 kasus yang meliputi korban buliying, penelantaran ekonomi anak dan perebutan hak asuh anak. "Namun semua kasus tersebut sudah dapat diselesaikan seluruhnya," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Harto mencotohkan kasus buliying itu, terjadi karena sikap anak tersebut kurang bersosialisasi dengan teman, bahkan anak korban buliying itu cenderung pendiam, sehingga saat ada masalah anak tersebut dibuat kambing hitam oleh teman-temannya.

"Saat ini para orang tua atau masyarakat sudah berani melaporkan masalah tersebut ke pihak terkait terlebih lagi di DP3AKB," terang Harto saat ditemui blokBojonegoro.com.

Masih kata Harto, di Bojonegoro sendiri juga sudah ada shelter atau rumah perlindungan bagi korban kekerasan anak di mana nantinya korban rumah akan diiinapkan. Sekaligus guna memberikan pendampingan bagi korban, saat menjalani pemulihan serta mengikuti proses sidang saat kasus itu sudah masuk proses pengadilan.

Oleh karenanya, guna mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Bojonegoro, DP3AKB terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar berani melaporkan bila sekiranya tidak benar menurut orangtua. "Dengan sosialisasi itu, diharapkan kekerasan yang terjadi bisa turun ke depannya," harap Harto. [saf/ito]

Tag : kekerasan, anak, perempuan, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat