20:00 . Ditetapkan Tersangka, Kepala Inspektorat Terancam Hukuman ini   |   19:00 . PEPC Setor Pajak Rp ,08 Triliun   |   18:00 . Ditutup, 57 Pendaftar KPU Bojonegoro Siap Berkompetisi   |   17:00 . Guna Perkuat Data, Kejari Bojonegoro Juga Datangkan 7 Ahli   |   16:30 . 8 Hari Team IT Ario Sighat Selesaikan Rekapitulasi, ini Hasilnya...   |   16:00 . Jalan Rusak, Warga Peringatkan Pengguna Jalan dengan Banner   |   15:00 . Diperiksa 5 Jam, Kepala Inspektorat Langsung Ditahan   |   14:00 . Diduga Ada Pemilih Ganda, Demokrat Laporkan Dua TPS di Ngasem   |   12:00 . Rangkaian HUT BUMN, Pertamina Gelar Pasar Murah di Empat Lokasi   |   11:00 . Gelar Turnamen Voli, BEM Unigoro Gandeng 3 Kabupaten   |   10:00 . Caleg Stres Kalah Pemilu, BPJS Siap Ongkosi Biaya Berobat   |   08:00 . Film Avenger Terbaru Sudah Rilis di Bioskop Bojonegoro   |   07:00 . Tips Kecantikan: Ingin Rambut Sehat? Coba Pakai Minyak Kelapa   |   06:00 . Sebelum Viral.....! Ini Cerita Pentol Sejati 'Wayahe....'   |   19:00 . Tiga Seniman Bojonegoro Terima Anugrah Seni   |  
Thu, 25 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 16 February 2019 09:00

Dari Kelinci, Peternak Asal Kapas Ini Raup Puluhan Juta

Dari Kelinci, Peternak Asal Kapas Ini Raup Puluhan Juta

Kontributor: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Berternak bagi sebagian orang mungkin suatu hal yang merepotkan dan sering dipandang tidak menjanjikan sebagai peluang bisnis yang menguntungkan. Padahal apabila tekun dan sabar berternak bisa dijadikan usaha sampingan bahkan pekerjaan utama.

Namun yang menjadi masalah kebanyakan orang adalah sejauh mana bisa memanfaatkan peluang. Seperti ternak hewan atau hanya sekadar dibuat hiburan atau dikembangbiakan. Seperti halnya Sutrisno (41), pria asal Desa Klampok, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini, yang berhasil menggeluti bisnis ternak kelinci dan hasilnya sangat sangat menjanjikan.

Bermula dari 3 ekor indukan kelinci, satu jantan dan dua betina pada tahun 2013, Sutrisno mampu mepelajari terkait kelinci. Bahkan berkat 3 kelinci tersebut pria yang akrab disapa Pak Tris ini berhasil mengembangkan sampai ratusan ekor kelinci yang telah dijualnya dan menghasilan puluhan juta rupiah yang masuk ke kantongnya.

"Dulu saya memulainya dari 3 indukan lokal dan terus saya kembangkan sampai sekarang," ujar Sutrisno.

Sutrisno menambahkan, sekarang ini setidaknya setiap bulan, ia mampu menghasilkan puluhan anak kelinci, yang mana banyak pembeli yang berdatangan langsung dari ke berbagai kota atau kabupaten, seperti Rembang, Pati, Blora, Tuban, Jombang dan beberapa kota besar lainnya.

Kelinci yang dikembangkan oleh Sutrisno bukan sembarang kelinci. Tetapi kelinci-kelinci hias yang memiliki daya jual tinggi, meskipun ia juga mengembangkan kelinci pedaging.

kelinci-2

Yang menyenangkan dari beternak kelinci, tingkat produktifitas dari setiap indukan sangat tinggi. Dalam 1 sampai 2 bulan setiap indukan akan bisa hamil kembali dengan jumlah anak kelinci setiap kelahirannya mencapai satu lusin lebih (12). Dalam usia 2,5 bulan kelinci-kelinci sudah siap dijual ke pasaran.

Bahkan untuk kelinci hias jenis German Giant (GG) baru berumur 14 hari diberi tulisan di telinga kelinci bahwa kelinci sudah ada yang punya.

"Kalau istilahnya itu ditekeni (ditulisi) bahwa ini adalah milik pembeli berdasarkan namanya," ungkapnya.

Untuk siklus mengandung kelinci sendiri mempunyai waktu sekitar 1 bulan dan menyusui 1 bulan. Namun pasca kelinci melahirkan 1 jam, biasanya pak Trisno langsung mengkawinkan dengan catatan kelinci tersebut melahirkan di bawah 5 ekor dan jika di atas 5 ekor menunggu beberapa hari.

"Langsung dikawinkan, tetapi kalau anaknya sampai 10 ekor biasanya saya tunggu satu hari, karena kasihan. Sedangkan untuk masing-masing indukan paling banyak 13 sampai 14 ekor, paling jelek 5 atau 6 ekor," lanjutnya kepada blokBojonegoro.com.

Harga kelinci hias yang dijual bervarasi. Kelinci Anggora yang harga termurahnya Rp35 ribu untuk kelinci lokal dengan umur 3 sampai 4 bulan. Sedangkan untuk yang paling mahal mencapai harga Rp420 ribu.

Sutrisno mengaku omset usaha ternak kelincinya dalam 3 bulan minimal bisa mencapai Rp15 juta, bahkan sampai lebih. Dengan dibantu satu orang, ia berhasil menjadi wirausahawan yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain, dan banyak juga masyarakat setempat yang menimba ilmu atau sekadar berbagi pengalaman tentang kelinci.

"Minimal Rp15 juta itupun untuk yang hias, belum yang pedaging, lantaran belum beranak," katanya sambil tertawa merendah.

Jika ingin memulai bisnis ini, menurutnya tidaklah susah. Yang penting adalah ketelatenan dari peternak, selain itu juga jangan lupa untuk terus menimba wawasan mengenai kelinci terutama dalam hal persilangan spesies kelinci.

Untuk kandang sendiri sebenarnya tidak membutuhkan lokasi yang luas, bisa dengan cara menempatkan di atasnya atau baterai seperti yang dilakukan oleh Pak Tris, yang juga terbuat dari kayu dengan sirkulasi yang cukup memadai.

Ternak kelinci biasanya terkendala dengan dua penyakit yaitu kembung dan diare yang tidak bisa disimpulkan penyebabnya, apakah karena suhu, makanan ataupun lainnya. Jika disebabkan karena suhu atau makanan otomatis seluruh kelinci akan terkena penyakit tersebut, tetapi yang terkena penyakit hanya beberapa kelinci saja.

"Kalau terkena penyakit saya sudah menyediakan obatnya dari yang alami sampai obat buatan pabrik," timpalnya.
 
Selain itu, untuk merawat kelinci tidak rumit, yang penting kebersihan kandang menjadi nomor satu. Mengingat kelinci sangat rentan dengan penyakit-penyakit yang disebabkan lingkungan yang kotor.

"Kebersihan kandang utama, sehari dua kali harus dibersihkan, penyakit yang paling sering menyerang hanya korengan, itu kalau kandangnya terlalu kotor," tutup Sutrisno. [din/mu]

Tag : kelinci, ternak kelinci, peternak, pengusaha

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more