19:00 . Tingkatkan Militansi, PAC IPNU-IPPNU Kepohbaru Gelar Diklatama   |   18:00 . Relawan: Optimis Menang, Jokowi - Amin Pilihan Tepat   |   17:00 . Disdik Anggarkan Rp32 M untuk 3.400 GTT   |   16:00 . BEM UNUGIRI Gelar Pemilihan Duta Kampus   |   15:00 . Ketua TKD Jatim Deklarasikan Kemenangan Jokowi - Amin di Bojonegoro   |   14:00 . Berikut Klarifikasi Kemenag RI   |   13:00 . Dari Hobi, Ingin Buat Tempat Edukasi Bonsai   |   12:00 . Waspada Berita Hoax, Bupati: Harus Ditindak Tegas   |   11:00 . Tak Hanya Bojonegoro, Kekeliruan Soal SKI Seluruh Indonesia   |   10:30 . Tabrak Truk, Pengendara Motor Meniggal Dunia   |   10:00 . Tak Sempat Lihat Konser Letto, Ini Dia ......   |   09:00 . Desa Rendeng Siap Gelar Festival Gerabah Kedua   |   08:00 . Target 10 Besar, KONI Bojonegoro Bakal Andalkan 6 Cabor   |   07:00 . Mengapa Kita Cocok Berteman dengan Orang - Orang Tertentu   |   00:00 . Keceriaan Pletonic Sambut Letto   |  
Sun, 24 March 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 04 March 2019 14:00

Mengaku Dukun, Warga Babat Setubuhi Anak di Bawah Umur

Mengaku Dukun, Warga Babat Setubuhi Anak di Bawah Umur

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Pria asal Kecamatan Babat,Kabupaten Lamongan Jawa Timur, berinisial MM (45) diamankan Polres Bojonegoro. Sebab, telah menyetubuhi anak di bawah umur sebanyak 4 kali.

"Pelaku berdalih orang pintar dan bisa memperbaiki ekonomi keluarga korban," ucap Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadly saat jumpa press kepada sejumlah awak media.

Kapolres menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat ibu korban mendatangi pelaku untuk dirubah nasibnya agar ekonominya membaik. Setelah mendatangi pelaku kemudian ibu korban diajak berziarah ke sejumlah makam.

"Ada 40 makam yang diziarahi oleh pelaku bersama ibu korban," terang Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadly.

Namun, selama proses berziarah itu pelaku juga tinggal di rumah korban. Setelah syarat telah dilaksanakan, apes nasib perekonomian ibu korban tidak berubah baik. Kemudian, pelaku juga menyampaikan bahwa anak korban juga mempuyai penyakit. Sedangkan cara penyembuhannya, anak itu harus menikah dengan pelaku.

"Namun sebelum dinikahi, pelaku sudah menyetubuhi anak di bawah umur itu sebanyak 4 kali," jelas Ary sapaan akrab Kapolres Bojonegoro.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya orang tua korban merasa curiga kepada pelaku atau tersangka, yang selama ini dianggap sebagai orang pintar. Karena nasib yang tidak kunjung berubah. Akhirnya orang tua korban melaporkan hal tersebut ke Mapolres Bojonegoro.

Adapun barang bukti yang diamankan oleh pihak berwajib yakni satu potong baju gamis, satu potong rok serta kaos lengan panjang.

Akibat perbuatannya tersebut tersangka MM disangkakan pasal 76 D Jo 81 ayat (1), (2) UU RI No.17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas No.23 tahun 2002, tentang perlindungan anak dengan ancaman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dibui. [saf/ito]

Tag : dukun, cabul, babat, lamongan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 18 February 2019 08:00

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia Mengendalikan OPT padi dengan cara menanam Refugia juga dilakukan petani di Desa Pumpungan Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more