09:00 . Kawula Muda, Yuk Ikuti Dance Competition Ngelenyer Piala Bupati Bojonegoro 2022   |   08:00 . Bupati Anna Terbitkan SE Jam Kerja Terbaru Bagi Para ASN Pemkab Bojonegoro   |   07:00 . Jangan Marahi Anak yang Berbohong, Begini 3 Langkah Menghadapinya   |   20:00 . Tim Pemberdayaan Sahabat Pertamina Pamerkan Karya Lansia Produktif   |   19:00 . Hari Ini Cabor Atletik Sumbang Medali Emas, Perak dan Perunggu   |   18:00 . 41 Guru Terima SK PPPK Kemenag Bojonegoro   |   15:00 . Kerjasama Perhutani dan Kimia Farma Surabaya Gelar Vaksinasi untuk Masyarakat Umum   |   14:00 . PDM Bojonegoro Tetapkan 10 Dzulhijjah Jatuh 9 Juli 2022   |   12:00 . Satpol PP Jatim Beri Pelatihan Satgas Linmas Wilayah Bakorwil Bojonegoro   |   08:00 . PBNU Tetapkan Awal Dzulhijjah 1 Juli 2022   |   07:00 . Stres Selama Kehamilan Pengaruhi Jenis Kelamin Anak, Ini   |   17:00 . Kunjungi Donggala, Mendag Zulkifli Hasan: Pastikan Fokusnya Bukan Hanya Pulau Jawa   |   16:00 . Penentuan Idul Adha, LFNU Bojonegoro Menunggu Hasil Istbat   |   15:00 . Bojonegoro Siap Jika Ditunjuk Sebagai Pemilik Aset Jembatan Glendeng   |   14:00 . Tahun Ajaran Baru Segera Dimulai, Bersiap Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar   |  
Fri, 01 July 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Misterius, Sejarah Lumpang Kenteng Masih Jadi Teka-Teki

blokbojonegoro.com | Monday, 04 March 2019 09:00

Misterius, Sejarah Lumpang Kenteng Masih Jadi Teka-Teki

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Situs batu peninggalan bersejarah yang satu ini memang tidak begitu menjadi sorotan masyarakat Bojonegoro. Namun, batu ini membuat banyak pertanyaan warga setempat menyeruak, tentang batu yang berada di tengah jalan. Tepatnya di pertigaan Desa Mlinjeng, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.

Masyarakat setempat dan sesepuh desa juga bertanya-tanya tentang asal muasal batu berupa lempengan dan memiliki cekungan tengah layaknya lumpang (alat penumbuk) yang saat ini disebut 'Lumpang Kenteng' itu.

Saat awak bB menemui Kepala Desa Mlinjeng, Sugiri mengaku juga tidak tahu dengan jelas, sejarah lumpang kenteng tersebut.

"Saya sebagai pendatang di Desa Mlinjeng sudah bertanya-tanya kepada sesepuh desa bahkan sudah mencari informasi di google, namun hasilnya nihil," terangnya.

Sesepuh desa setempat, Nggoro juga mengatakan tidak tahu menahu tentang awal mula adanya lumpang kenteng tersebut. Sejak Ia lahir batu tersebut sudah ada.

"Memang batu itu terlihat seperti lempengan sebesar tampah, dan dulu sempat ingin dipindah, namun setelah masyarakat mencoba mengangkat tidak bisa, karena beratnya luar biasa," ungkap sesepuh desa itu.

Masih kata Nggoro, baru-baru ini Camat Sumberrejo meminta pemerintah desa memberi pagar untuk batu tersebut. Pasalnya, sebelum adanya pagar dan rantai untuk melindungi batu tersebut, berbagai kendaraan roda dua maupun roda empat secara bebas melewati batu yang posisinya tepat di tengah pertigaan.

Seorang dalang dari Desa Mlinjeng , Sarmin juga membenarkan, bahwa tidak ada yang tahu sejarah pasti adanya batu lumpang kenteng tersebut.

Namun ia menjelaskan, bahwa batu tersebut memang menjadi situs peninggalan yang ada di Desa Mlinjeng. Pada zaman dahulu, waktu masih ada tontonan ludruk, bisa dipastikan selalu mampir di lumpang kenteng.

"Sudah menjadi tradisi, setiap akan ada ludruk pasti selalu ke sana dulu," paparnya. [aim/ito]

Tag : lumpang, kenteng, sumbereje, mlinjeng



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat