21:00 . Mahasiswa IKIP Bojonegoro Ciptakan Aplikasi Android untuk Media Pembelajaran   |   20:00 . BPJS Kesehatan Gelar Media Gathering Bersama Awak Media   |   18:00 . Jabat Sebagai Rektor UNUGIRI, Gus Arif Prioritaskan Konsolidasi Internal   |   17:00 . Peduli Korban Longsor, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Berikan Bantuan   |   16:00 . Ini Target Produksi Migas Asset 4 Field Cepu   |   15:00 . Begini Tahapan dan Syarat Menjadi Donor Plasma Konvalesen   |   14:00 . PMI Bojonegoro dan Stakeholder Rakor Terkait Plasma Konvalesen, ini Hasilnya   |   13:00 . Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Bengawan Solo Gendungarum   |   12:00 . Banyak Hoaks Covid-19, Masyarakat Harus Saring Informasi   |   11:00 . Hujan Deras Disertai Angin Sebabkan Banjir dan Kantor Kecamatan Rusak   |   10:00 . Bupati Bojonegoro Lantik 15 Pejabat   |   09:00 . 12 Pejabat Pemkab Bojonegoro akan Divaksin Pertama   |   08:00 . 6 Pegawai Positif, Minggu Depan Pengadilan Agama Tutup   |   07:00 . Gejala dan Tips Cara Mengatasi Pilek pada Bayi   |   06:00 . Sudah Divaksin Tetapi Bisa Positif Covid-19   |  
Thu, 28 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Melihat Produksi Dompet Kulit Bojonegoro

blokbojonegoro.com | Saturday, 16 March 2019 09:00

Melihat Produksi Dompet Kulit Bojonegoro

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Di Bojonegoro yang identik dengan kota penghasil Minyak dan Gas Bumi (Migas), memang jarang yang memproduksi dompet kulit, seperti usaha yang dirintis oleh Ahmad Mutasan sejak tahun 2004, di Desa Sarirejo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro.

Meskipun saat ini tengah berjaya, bapak satu anak itu menjelaskan, selama 6 tahun ini usahanya dikembangkan secara bertahap, seperti halnya pembelian alat.

"Kalau dihitung pembelian alat hingga lengkap seperti sekarang ini, kira-kira sudah habis Rp30 juta lebih," bebernya kepada blokBojonegoro.com.

Dari modal yang dikeluarkan tersebut, kini usahanya cukup membuahkan hasil, pasalnya dalam satu bulan penghasilan yang didapat oleh Mutasan mencapai Rp50 juta. Ia juga mengajak tetangga dekat untuk bekerjasama dalam proses pembuatan dompet kulit, bahkan ada juga pekerja asal luar kecamatan.

Para pekerja yang berjumlah 10 orang terdiri dari ibu rumah tangga dan mahasiswi, mendapatkan upah borongan, setiap dompet mereka mendapatkan Rp4.500 hingga Rp7.000, tergantung tingkat kerumitan yang dibuat.

Setelah dompet jadi, pemasaran utama yaitu Surabaya dan Sidoarjo. Pastinya harga dompet juga bervariasi, mulai dari Rp35.000 hingga Rp200.000. Bahan dasar dompet dipilih dari kulit asli dengan berbagai kualitas.

"Selain dipasarkan keluar kota, beberapa orang juga memesan langsung ke sini secara ecer, dan mereka bisa memilih bahan juga meminta merk yang diinginkan," pungkas Mutasan, begitu sapaan akrabnya. [aim/mu]

Tag : dompet, produksi dompet, dompet grosir, home industri


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat